Rabu 15 Januari 2020, 02:30 WIB

Sidang Pemakzulan Trump Segera Dimulai

Sidang Pemakzulan Trump Segera Dimulai

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PERSIDANGAN Presiden AS Donald Trump atas penyalahgunaan kekuasaan dan penghalangan Kongres AS kemungkinan dibuka dalam beberapa hari mendatang. Ketua DPR AS dari kubu Demokrat, yaitu Nancy Pelosi, telah bertemu para politikus Demokrat untuk membahas pengiriman tuduhan pemakzulan kepada Senat.

Pelosi tampaknya siap untuk segera bergerak setelah pasal-pasal pemakzulan disahkan pada 18 Desember. Demokrat akan berupaya menekan Senat yang dikontrol Republik agar menyetujui pemanggilan para saksi di awal sidang terkait tuduhan kepada Trump, yaitu secara ilegal mencari bantuan negara asing (Ukraina) agar terpilih kembali sebagai Presiden AS tahun ini.

Sejauh ini, Ketua Senat AS dari kubu Republik, yaitu Mitch McConnell, menolak untuk menyetujui pemanggilan saksi. McConnel meminta Pelosi untuk meneruskan kasus ini tanpa kesepakatan.

Pelosi bersama dengan anggota Demokrat juga harus memutuskan siapa yang akan menjadi tim manajer pemakzulan untuk memperdebatkan kasus melawan Trump di Senat.

 

Proses sidang

Senat harus memulai proses persidangan sehari setelah datangnya surat dakwaan dari DPR AS. Pada hari pertama, Senat akan memutuskan aturan persidangan. Ketua Mahkamah Agung John Roberts kemudian akan dilantik untuk memimpin pengadilan tersebut. Roberts lalu mengambil sumpah 100 senator yang akan menjadi juri dalam kasus Trump.

Senator Republik John Cornyn mengatakan semua bisa terjadi dalam minggu ini dan argumen pembukaan dalam persidangan dapat berlangsung pada Selasa (21/1), setelah hari libur federal.

Demokrat menginginkan empat pejabat maupun mantan pejabat Trump muncul dalam persidangan. Trump sebelumnya melarang mereka bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan di DPR AS. Demokrat juga meminta disediakannya dokumen terkait kasus tersebut. (AFP/Rif/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More