Selasa 14 Januari 2020, 20:47 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Lima Orang Tersangka Kasus Jiwasraya

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Kejaksaan Agung Tetapkan Lima Orang Tersangka  Kasus Jiwasraya

Antara/Dhemas Reviyabnto
Mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman rahim

 

KEJAKSAAN Agung menahan lima orang tersangka kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Dari lima orang tersangka salah satunya ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.

"Telah dilakukan penahanan terhadap lima tersangka sejak hari ini sampai 20 hari ke depan dan penahanan seperti diketahui juga kita pisah," Kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Selain, Hendrisman, tersangka lainnya ialah mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram), Heru Hidayat; Komisaris PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo.

Kelimanya keluar dari Gedung Bundar Jampidsus secara terpisah menggunakan rompi tahanan dengan tangan diborgol.

Baca juga : Dua Tersangka Kasus Jiwasraya Ditahan di Rutan KPK

Untuk selanjutnya Kejagung akan mengumpulkan alat-alat bukti baru guna menyempurnakan berkas perkara.

"Proses berikutnya kami masih terus bekerja mengumpulkan alat bukti guna kesempurnaan berkas perkara dan setiap saat akan evaluasi setiap perkembangan perkara ini," Ujar Adi.

Sayangnya, Adi tidak menjelaskan terkait peran masing-masing tersangka. Menurutnya, bila menjelaskan peran tersangka maka menjelaskan rentetan masalahnya sehingga perlu didalami terlebih dahulu.

"Begini itu kan masih tahap penyidikan kami tidak mungkin jelaskan peran masing-masing. Makanya nanti pada saat waktunya di mana tahapan nanya akan secara terbuka disampaikan," Ungkapnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More