Selasa 14 Januari 2020, 16:10 WIB

429 Kilogram Ganja Siap Edar Disita di Babelan

Gana Buana | Megapolitan
429 Kilogram Ganja Siap Edar Disita di Babelan

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ilustrasi: Polisi menunjukan tersangka dan barang bukti kasus Narkoba jenis ganja jaringan aceh

 

SEBANYAK 429 kilogram ganja kering disita Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metropolitan Kabupaten Bekasi. Ganja tersebut disita dari seorang pemuda bernama Stepen Arie alias Pepeng di Jalan Raya Timaha, Perum Victoria Permai, Blok D6, No 2, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Adapun, dari keterangan yang diterima, ganja kering tersebut dibungkus dalam enam paket. Masing-masing dikemas dengan berat 83 gram, 23 gram, 86 gram, 86 gram, 86 gram dan 65 gram.

“Paket itu dibungkus plastik bening hingga kertas coklat dan lakban coklat,” kata Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kompol Sunardi, Selasa (14/1).

Sunardi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait peredaran barang tersebut di wilayah Babelan. Dari informasi itu, petugas melakukan penelusuran di lokasi.

Setelah itu, petugas langsung mendatangi lokasi tempat tinggal tersangka dan melakukan interogasi terhadap tersangka. Awalnya, Pepeng sempat mengelak kepada penyidik namun akhirnya mengakui.

“Awalnya tersangka mengelak, dia tidak menjual ganja, setelah didesak dan dilakukan penggeledahan, kami menemukan paket ganja siap edar itu disimpan di tempat tidur,” ungkapnya.

Baca juga: Petugas Bandara Minangkabau Gagalkan Pengiriman Ganja

Sunardi menambahkan, petugas juga menemukan sebuah timbangan digital yang biasa digunakan tersangka menimbang dan membuat paket ganja. Bahkan, petugas juga ikut mengamankanponsel merk Samsung yang kerap digunakan untuk bertransaksi narkoba.

Berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, ganja itu baru akan dijual setelah mendapatkan kepercayaan dari seorang bandar besar. Namun, tersangka mangaku baru pertama kali menjual ganja.

“Dari tes urine terhadap tersangka hasilnya positif, selain menjual tersangka juga pengguna aktif,” imbuh Sunardi.

Meski demikian, lanjut dia, petugas masih menelusuri jaringan tersangka. Sebab, diduga jaringan tersangka sangat besar melihat jumlah ganja yang disita petugas.

“Pemasoknya masih kita buru, kita juga sedang menelusuri jaringan mereka,” tegasnya.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsidair Pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Subsidair Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Saat ini, kasus ini ditangani Satres Narkoba Polres Metro Kabupaten Bekasi.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More