Selasa 14 Januari 2020, 16:09 WIB

Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut Tiga Tahun Penjara

Dwi Apriani | Nusantara
Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut Tiga Tahun Penjara

MI/Dwi Apriani
Terdakwa Robi Okta Pahlevi menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/1)

 

PENGUSAHA Robi Okta Pahlevi,35, Direktur Utama PT Enra Sari selaku pemberi suap kepada Bupati Muara Enim nonaktif dituntut tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim di sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Selasa (14/1).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bong Bongan Silaban dan Juraida serta Erma Suharti sebagai Hakim Anggota tersebut, Robi tertunduk lesu di kursi pesakitan mengenakan kemeja lengan pendek berwarna biru muda.

Karena telah terbukti menyuap Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani, Robi akhirnya dituntut yakni tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum KPK

Diketahui seharusnya sidang tersebut bergulir pekan lalu, namun Ketua Majelis Hakim sakit sehingga sidang ditunda pada Selasa (14/1). Pembacaan tuntutan yang dibacakan Roy Riyadi selaku JPU KPK menyatakan bahwa bukti terdakwa memberi atau menjanjikan sesuatu dalam bentuk sejumlah uang sudah terbukti.

Suap diberikan supaya terdakwa dapat sejumlah proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim, yang kala itu bupatinya adalah Ahmad Yani. Robi memberikan komitmen fee tahun 2019 sehingga ini membuktikan dakwaan pertama pasal 5 ayat 1 huruf a tentang tipikor.

Selain itu JPU juga menyampaikan denda 250 dengan subsider 6 bulan. "Terdakwa Robi Okta Fahlevi secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan akan dituntut 3 tahun dengan denda Rp250 juta dengan subsider 6 bulan penjara," kata JPU KPK, Roy Riyadi.

Roy mengatakan terdakwa melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan melakukan suap memberikan uang secara bertahap guna memenangkan lelang.

"Sebagaimana pasal tersebut telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 64 ayat (1) KUHP," ujarnya.

Menurutnya, terdakwa juga telah mengakui menyerahkan uang ke beberapa nama lainnya seperti Elfin Mz Muchtar selaku PPK, Ramlan Suryadi selaku Plt Kadis PUPR Muara Enim, Ilham Sudiono selaku Ketua Pokja IV dan Aries HB selaku Ketua DPRD Muara Enim.

"Terdakwa memberikan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapatkan proyek pengerjaan infrastruktur di Muara Enim,'' jelasnya.

Sementara itu, Robi Okta Fahlevi akan membacakan pledoi atau pembelaan pada, Selasa 21 Januari 2020. "Kami akan bacakan pledoi satu yang saya bacakan dan satunya kuasa hukum saya yang mulia," tandasnya. (OL-11)

 

Baca Juga

MI/John Lewar

Permintaan Paket Wisata NTT Dari Mancanegara Mulai Masuk

👤Antara 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 11:36 WIB
Ketua Asita Abed Frans yang juga pemilik PT Flobamor Tours itu menyebutkan, pihaknya juga telah mendapat pemesanan hampir 10 paket wisata...
MI/Tosiani

Pandemi Juga Berdampak Pada Penjualan Bendera

👤Tosiani 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 11:21 WIB
Pedagang bendera dari Jawa Barat setiap Agustus selalu datang ke Temanggung untuk menjual dagangannya untuk menyambut HUT RI. Namun sejak...
MI/Martinus Solo

Jumlah Pasien Covid-19 di Kota Sorong Belum Landai

👤Martinus Solo 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 11:13 WIB
Jumlah pasien positif covid di Kota Sorong, Papua Barat terus bertambah. Dari hasil pemeriksaan sampel yang keluar pada 3 dan 4 Agustus...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya