Selasa 14 Januari 2020, 15:25 WIB

Pemberian Zat Gizi Mikro Upaya Tekan Stunting

Atalya Puspa | Humaniora
Pemberian Zat Gizi Mikro Upaya Tekan Stunting

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Seorang peserta mengikuti pendampingan gratis bagi ibu hamil di Rumah Sakit Persada, Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2019).

 

NUTRITION International, dalam kemitraan dengan pemerintah Indonesia, Australia dan Kanada, menjangkau sekitar 211 ribu ibu hamil untuk mendapatkan suplemen Tablet Tambah Darah (TTD), yang mengandung zat besi dan asam folat.

Lebih dari 720 ribu balita mendapatkan dua kapsul Vitamin A sesuai dosis dan lebih dari 64 ribu anak di bawah usia lima tahun menderita diare mendapatkan penanganan diare dengan pemberian tablet Zinc dan oralit sesuai tata laksana. Itu bagian dari program Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (MITRA) atau Suplemen Zat Gizi Mikro untuk menurunkan kematian dan kesakitan.

MITRA merupakan program zat gizi mikro terintegrasi yang dilaksanakan sejak Agustus 2015. Program yang menyasar 20 kabupaten di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT), bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu atau pengasuh balita.

Sebagai bagian dari program MITRA, Nutrition International mendukung pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk memperkuat komitmen terhadap program suplementasi zat gizi mikro. Itu dengan meningkatkan alokasi sumber daya untuk pengadaan, pengelolaan dan implementasi sejumlah program. Adapun fokus program pada peningkatan akses ke layanan kesehatan dan membangun kesadaran tentang pencegahan stunting, khususnya pencegahan kekurangan gizi mikro melalui Strategi Intervensi Perubahan Perilaku.

“Pemerintah berkomitmen untuk menurunkan stunting. Kami menghargai dukungan Nutrition International dalam memperkuat program suplementasi zat gizi mikro dan meningkatkan manajemen program di tingkat provinsi dan kabupaten serta beberapa praktik. Baik yang telah diadopsi di tingkat provinsi dan kabupaten, maupun di luar wilayah dampingan program," ujar Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (14/1).

Baca juga: Angka Stunting Turun 10 Persen dalam 5 Tahun

Lebih lanjut, dirinya menyatakan upaya penguatan zat gizi mikro merupakan bagian dan kegiatan spesifik untuk menurunkan stunting. "Kami ingin mendiskusikan cara meningkatkan kegiatan inovatif ini ke kabupaten lain. Terutama untuk kabupaten dengan prevalensi stunting yang tinggi," imbuhnya.

Program MITRA telah menunjukkan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pelaksanaan program integrasi zat gizi mikro. Hasilnya signifikan pada berbagai aspek, termasuk menghitung perkiraan kebutuhan, penganggaran dan pengadaan zat gizi mikro. Strategi yang digunakan staf Puskesmas (atau pusat layanan kesehatan masyarakat lain seperti Poskesdes dan Pustu) ialah konseling kepada pengasuh balita agar memberikan oralit dan zinc, ketimbang memberikan antibiotik untuk mengobati diare pada balita. Serta, meningkatkan advokasi untuk pemerintah kabupaten dalam penyediaan anggaran yang memadai untuk intervensi zat gizi mikro.

Country Director Nutrition International, Sri Kusyuniati, mengatakan pihaknya menyadari nutrisi bukan hanya dasar dari kesehatan yang baik. Lebih jauh, hal itu adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik.

"Bekerja di Indonesia selama lebih dari satu dekade, kami memahami tantangan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan merancang berbagai intervensi untuk mengatasinya. MITRA adalah salah satu inisiatif yang dekat dengan hati kami, karena membawa peningkatan praktik kesehatan dan gizi bagi yang membutuhkan," tutur Sri.

Selain menjangkau masyarakat rentan dengan peluang gizi dan kesehatan yang lebih baik, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan Nutrition lnternational juga melatih lebih dari 700 tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan masyarakat, pengelola program dan penanggungjawab program dari dinas kesehatan tingkat provinsi, kabupaten dan Puskesmas. Dalam hal ini, terkait keterampilan melakukan perencanaan program, pemantauan, pelaporan dan konseling.

Sebanyak 425 Puskesmas di 20 kabupaten menerima materi strategi intervensi perubahan perilaku. Seperti keterampilan konseling dan promosi pesan kesehatan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil, suplementasi vitamin A dan manajemen diare pada balita. Nutrition International juga menjembatani kesenjangan dalam rantai pasokan TTD, tablet zinc, oralit dan kapsul vitamin A dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.(OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More