Selasa 14 Januari 2020, 14:52 WIB

Dampak DAS Rusak, Bencana Mengancam Babel

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Dampak DAS Rusak, Bencana Mengancam Babel

MI/Rendy Ferdiansyah
Satpol pp Bangka Belitung razia penambang timah ilegal

 

PARA penambang pasir timah ilegal di daerah aliran sungai (DAS) dan perairan semakin menggila melakukan pengrusakan lingkungan di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Hal ini tentu saja menjadi ancaman bencana bagi masyarakat.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Fadillah Sobri mengatakan kerusakan DAS di Babel ini menjadi ancaman bagi masyarakat. Pasalnya akan mempercepat terjadinya bencana saat musim hujan.

"Setiap tahun sekitar 1-2 persen DAS kita bertambah rusak, hal ini tentu saja menjadi ancaman datangnya banjir saat hujan," kata Fadillah. Selasa (14/1).

Hal itu menurutnya disebabkan, sungai-sungai yang ada di Babel ini sudah tidak mampu menahan debit air hujan, lantaran sungai tertutup sedementasi limbah tambang, selain itu, banyak aliran sungai yang sudah terputus.

"Ketika DAS ini rusak, otomatis sudah tidak mampu menampung air, terlebih terjadi pendangkalan akibat sedimentasi tambang air pun akan
meluap dan bisa kemungkinan mengakibatkan banjir," ujarnya.

Ia mengaku para penambang pasir timah ilegal ini seakan tidak takut melakukan aktivitas tambang, mereka secara terang-terangan."hampir
diseluruh sungai kita dan perairan kita jumpai tambang-tambang timah ilegal itu, mereka seakan tidak takut, padahal mereka sudah tahu
dilarang untuk menambang," sesalnya.

Ia pun sangat berharap, Pemerintah Provinsi Babel pihak kepolisian se-Babel bergerak cepat menindak seluruh aktivitas tambang ilegal,
sebelum semuanya terlambat. ''Harus sapu bersih tambang ilegal, jangan di tunggu ketika bencana itu datang dan menyebabkan penderitaan bagi masyarakat," tegasnya.

Sementara. Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, pihaknya melalui Satpol PP sudah kerap melakukan penertiban tambang ilegal di aliran sungai dan pesisir.

Namun menurut Erzaldi, para penambang pasir timah ilegal ini terus membandel dan melakukan aktivitas tambanganya.

"Jelas lah merusak, apalagi di Aliran Sungai, kita sudah melakukan penertiban, tapi penambang ini terus membandel. Bayangkan saja, setia kita tindak pagi, Penambang kerja siang, tertib siang, bekerja sore dan bahkan tertib sore mereka kerja malam, jadi mereka kucing-kucingan terus," ujar Erzaldi. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More