Selasa 14 Januari 2020, 14:07 WIB

Kasus DBD di Temanggung, Satu Bocah Meninggal Dunia

Tosiani | Nusantara
Kasus DBD di Temanggung, Satu Bocah Meninggal Dunia

Antara
Petugas melakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk demam berdarah.

 

KASUS demam berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sejak awal tahun ini. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aides aigepty tersebut bahkan telah merenggut nyawa seorang bocah asal Kecamatan Parakan saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temangung, selain satu bocah yang meninggal akibat DBD tersebut, sejak awal Januari sedikitnya ada 12 kasus demam berdarah dengue (DBD) dan 23 kasus demam dengue (DD). Dan tahun lalu sepanjang 2019 terjadi 646 kasus DBD.

Kendati penyebabnya sama terinfeksi virus dengue yang dibawa nyamuk aides agepty, DBD dan DD memiliki tingkat kegawatan yang berbeda. DBD terjadi apabila virus menginfeksi hingga ke darah. Sedangkan demam dengue terjadi apabila seseorang mengalami demam tinggi diiringi sedikitnya dua gejala penyerta, di antaranya nyeri kepala, nyeri otot dan tulang, ruam kulit, leukopenia, nyeri retro orbita.

Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung, dr Suparjo, mengatakan, pada musim hujan perkembangan nyamuk aides pembawa penyakit DB lebih cepat. Karenanya, Dinkes menggencarkan gerakan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih.

"Nyamuk aides aigepty berkembang sangat cepat pada musim penghujan. Kami mengajak semua pihak semakin waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan," ujar Suparjo.

baca juga: Bupati Bandung Barat Kooperatif Serahkan Data Bansos ke Polisi

Melengkapi keterangan tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Temanggung, dr Taryumi mengatakan, kejadian seorang bocah meninggal akibat DBD pada tiga hari lalu. Di lingkungan bocah tersebut tinggal juga beberapa orang sudah terjangkit DBD.

"Kami telah melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan korban, serta gerakan kebersihan lingkungan. Diharapkan hal ini dapat mengurangi jumlah penderita DBD," kata Taryumi. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More