Selasa 14 Januari 2020, 13:52 WIB

Polri Siap Bantu KPK Buru Harun Masiku

Juven MS | Politik dan Hukum
Polri Siap Bantu KPK Buru Harun Masiku

Dok. Metro TV
Kader PDI Perjuangan, Harun Masiku.

 

POLRI berjanji bakal membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memburu kader PDI Perjuangan Harun Masiku. Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI terpilih dari Fraksi PDIP periode 2019-2024.

"Pada prinsipnya polisi akan bantu sesuai aturan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono seperti dilansir dari Medcom.id, Jakarta, Selasa (14/1).

Baca juga: Rapat dengan KPU, Komisi II akan Tanyakan soal OTT Wahyu Setiawan

Kendati begitu, Argo mengaku belum mengetahui informasi adanya surat permohonan dari KPK untuk mencari keberadaan Harun. Anak buah Megawati Soekarnoputri itu dikabarkan tengah berada di Singapura. 

"Di cek dulunya, silakan cek ke KPK juga apakah sudah kirim atau belum," pungkasnya.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencatat Harun telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin, 6 Januari 2020 melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB.

Diketahui dalam kasus tersebut, KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan dengan total delapan orang pada Rabu, 8 Januari 2020 hingga Kamis, 9 Januari di Jakarta, Depok, dan Banyumas. Dari delapan orang tersebut Harun tidak ikut tertangkap.

KPK pun pada Kamis, 9 Januari 2020 telah mengumumkan empat tersangka terkait tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. Sebagai penerima, yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Sedangkan sebagai pemberi Harun Masiku dan Saeful (SAE) dari unsur swasta atau staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu menerima Rp600 juta. (Medcom/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More