Selasa 14 Januari 2020, 13:23 WIB

Pengungsi Harap Erupsi Gunung Taal tak Lama

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Pengungsi Harap Erupsi Gunung Taal tak Lama

AFP/Ted Aljibe
Pengungsi erupsi Gunung Taal

 

SEJUMLAH 30 ribu warga mengungsi akibat letusan gunung berapi Taal yang memuntahkan lava panas dan abu pada Minggu (12/1). Warga rela meninggalkan rumah dan hewan peliharaan guna menyelamatkan diri.

Salah satu pengungsi, Gerald Aseoche, 30, rela meliburkan diri dari pekerjaanya dan bergegas meninggalkan rumah bersama empat orang anaknya ketika gunung Taal mengeluarkan lava dan terjadi gempa bumi.

"Saya berharap ini tidak akan berlangsung terlalu lama, karena saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan dalam waktu lama," kata Aseoche kepada AFP di pusat evakuasi, Selasa (14/1).

"Aku tidak bisa meninggalkan mereka, keluarga yang pertama," imbuhnya sambil memeluk salah satu anaknya.

Sementara itu, Kepala Badan Seismologi Filipina Renato Solidum mengatakan erupsi Gunung Taal telah berlangsung selama beberapa bulan lalu. Sehingga agak sulit untuk memprediksi akhir dari erupsi ini.

Baca juga: Hujan Abu Gunung Taal Ancam Kesehatan Warga

Namun, peringatan waspada dari letusan eksplosif yang berpotensi bencana mungkin tetap ada selama berminggu-minggu, tergantung perkembangannya.

"Kami memiliki protokol untuk menunggu selama beberapa hari, kadang-kadang dua minggu untuk memastikan aktivitas Gunung Taal telah berhenti," kata Renato.

Gunung Taal memuntahkan lavanya pada Minggu (12/1) dengan lontaran abu yang menghujani wilayah tersebut.

Hujan Abu mendorong para pihak penerbangan untuk sementara waktu menutup Bandara International Ninoy Aquino, Manila, serta memaksa pembatalan ratusan penerbangan dan menyebabkan puluhan ribu penumpang pesawat terlantar.

Filipina terakhir kali mengalami ledakan terbesar pada tahun 1991. Ketika itu, Gunung Pinatubo meletus dan menyebabkan kematian lebih dari 800 orang. (AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Jim Watson

Imbas Covid-19, Boeing PHK 6.770 Pekerja

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 11:55 WIB
Ini merupakan pemangkasan jumlah pekerja gelombang kedua setelah sebelumnya Boeing mengeluarkan program PHK...
AFP/Christopher Black

WHO Bentuk Yayasan untuk Tingkatkan Pendanaan Anti-Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:18 WIB
Upaya ini untuk membantu meringankan kekurangan uang tunai potensial saat memimpin perjuangan global melawan pandemi virus korona baru...
AFP/Karen Ducey

Kematian akibat Covid-19 di AS Lampaui Angka 100.000 Jiwa

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:57 WIB
Universitas Johns Hopkins mencatat angka kematian di AS yang dikonfirmasi tepat sebelum pukul 22.00 waktu setempat adalah 100.047 jiwa,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya