Selasa 14 Januari 2020, 13:40 WIB

Konser Amal untuk Rumah Sakit di Labuan Bajo

Bagus Pradana | Weekend
Konser Amal untuk Rumah Sakit di Labuan Bajo

MI/Bagus Pradana
Konser amal RS Santu Yoseph

LABUAN Bajo, salah satu dari 10 new Bali ini memiliki pesona keindahan pariwisata. Tidak semata keindahan pulaunya, lautan, dan bahkan kehadiran Komodo menjadi cirikhas tersendiri bagi ibukota Kabupaten Manggarai Barat ini.

Sayangnya di tengah gencarnya pariwisata, kondisi masyarakatnya masih terbatas. Lahan pertanian yang kurang subur membuat masyarakat harus mendatangkan kebutuhan pokok dari luar Labuan Bajo. Kondisi ini membuat biaya hidup di Labuhan Bajo relatif tinggi dan menghadirkan sejumlah permasalahan, salah satunya fasilitas kesehatan yang kurang memadai. 

Seperti di Desa Wae Kelambu, Kecamatan Komodo - Labuan Bajo, Manggarai Barat, di sana berdiri Rumah Sakit Santu Yoseph yang mangkrak sejak 2014 akibat kekuarangan dana. Sementara  pelayanan kesehatan warga Wae Kelambu Labuan Bajo hanya mengandalkan klinik sederhana yang dikelola para Suster Kongregasi dari Dina Santo Yosef (DSY) Manado. 

Kehadiran rumah sakit, dinilai pimpinan Kongregasi DSY, Suster Christina Tandayu penting sebagai rujukan masyarakat. Apalagi jarak rumah sakit pemerintah di Ruteng, Kabupaten Manggarai sangat jauh.

"Kita tergugah untuk membangun Rumah Sakit di Labuan Bajo karena pada zaman itu kami melihat masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan di tempat itu (Labuan Bajo). Kemudian Bupati juga menyetujui kami membangun Rumah Sakit, dalam arti menolong masyarakat, karena Kongregasi melihat rujukan Rumah Sakit ke Ruteng itu terlalu jauh. Memang kebutuhan pelayanan kesehatan itu sangat mendesak, sehingga Kongregasi sepakat membangun rumah sakit," terang Suster Christina Tandayu kepada Media Indonesia Sabtu (11/1).

"Pembangunan Rumah Sakit Santu Yoseph sebelumnya berjalan, tetapi kami alami hambatan sampai pembangunan benar-benar berhenti pada 2014. Kami junjung tinggi regulasi pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan," tambahnya.

Pantang menyerah, para suster DSY ini pun berinisiatif melakukan penggalangan dana guna membangu rumah sakit yang sudah mangkrak 6 tahun. Penggalangan dana dilakukan dalam konser amal bertajuk 'Persembahan Hati untuk Santu Yoseph' pada Sabtu (11/1) di Basket Hall GBK, Senayan, Jakarta. Sejumlah artis dan pelantun lagu rohani turut memeriahkan konser amal tersebut seperti Angel Pieters, Brigitta Meliala, Jessica Januar, dan Maria Simorangkir.

Mantan penyanyi cilik, Angel Pieters menyatakan sangat bersyukur karena dapat terlibat dalam konser itu.

"Saya bernyanyi untuk menjadi berkat banyak orang, jadi kalau ada kesempatan contohnya malam hari ini, Charity, sebisa mungkin pasti saya jadiin, karena buat saya ini adalah kesempatan saya untuk berbagi, untuk memberi dan menjadi impact buat banyak orang melalui talenta yang saya punya," terangnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut Uskup Emeritus Keuskupan Bogor Mgr Cosmas Michael Angkur OFM, Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur, Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, dan Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong.

LID da Lopez selaku ketua Panitia penggalangan dana untuk RS Santo Yosef menyatakan rasa keprihatinannya terkait mangkraknya pembangunan RS Santu Yoseph dan berterima kasih kepada para donatur karena telah membantu untuk melajutkan proyek ini.   

"RS Santu Yoseph sudah dibangun sejak enam tahun yang lalu dan hingga kini belum dapat beroperasi karena kekurangan dana penyelesaiannya. Sesuatu yang sangat disayangkan bahwa saudara-saudara kita menunggu kehadiran rumah sakit yang tak kunjung usai ini, yang ditunggu adalah kehadiran Gereja Melalu karya pelayanan kesehatan," terang LID da Lopez. 

Malam itu, dana yang terkumpl sebesar Rp1.095.465.929 melalui rekening Kongregasi DSY Manado dan senilai Rp125.274.943 melalui situs kitabisa. Dana yang terkumpul itu diharapkan segera mempercepat pembangunan dan rumah sakit bisa dioperasionalkan tahun depan. (M-3)

Baca Juga

Dok. Nasa

Astronot Jalani Isolasi Mandiri Sebelum Kembali Ke Bumi

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:20 WIB
Tidak hanya beberapa minggu, kini astronot yang akan kembali ke bumi menjalani isolasi mandiri selama...
Science Film Festival 2020/ Goethe-Institut

Sains yang Menghibur di SFF 2020

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:20 WIB
Science Film Festival 2020 digelar Goethe - Institut dari 20 Oktober - 6 November...
Dok. Everyday is a Lullaby

Everyday is a Lullaby Tayang Perdana di Busan

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:06 WIB
Film karya Putrama Tuta itu jadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang BIFF...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya