Selasa 14 Januari 2020, 12:29 WIB

Satu Unit Alat Berat Dikerahkan Untuk Bersihkan Longsor

Benny Bastiandy, Budi Kansil | Nusantara
Satu Unit Alat Berat Dikerahkan Untuk Bersihkan Longsor

Antara
Pengelola Jalan Nasional 2 Jawa Barat mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor pada tebing di ruas jalan Cibodas, Cianjur

 

PENGELOLA Jalan Nasional 2 Jawa Barat mengerahkan alat berat untuk membersihkan sisa material bebatuan yang longsor pada tebing di ruas jalan nasional di Kampung Cibodas RT 02/08, Desa/Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pembersihan melibatkan juga jajaran aparat Polsek dan Koramil Naringgul.

Kepala PPK PJN 2 Jawa Barat, Suparman, mengatakan dikerahkannya satu alat berat berupa loader itu karena di lokasi masih terdapat bongkahan batu besar. Posisinya berada pada bahu jalan sehingga cukup mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

"Lokasi longsornya cadas (batu) dari tebing ini berada di ruas jalan nasional penghubung Kabupaten Bandung dengan Kecamatan Naringgul dan Cidaun di Kabupaten Cianjur. Sekarang pembersihan hari kedua. Mudah-mudahan bisa selesai proses pembersihannya hari ini," kata Suparman, Selasa (14/1).

Lokasi longsoran batu pada tebing yang dikenal dengan istilah tanjakan mala itu dipicu tingginya curah hujan. Sebetulnya pada tebing tersebut telah dipasangi kawat baja sebagai penahan atau antisipasi longsor. Namun karena curah hujan relatif tinggi, pada Minggu (12/1), batu di atas tebing ambrol hingga menutup hampir sebelah ruas jalan utama tersebut. Sterilisasi di lokasi kejadian harus betul-betul dipastikan tidak ada lagi material batu yang tersisa karena akan membahayakan bagi pengguna jalan.

"Kami pastikan para pengguna jalan nyaman saat melintasi ruas jalan ini. Jangan sampai ada sisa-sisa material longsor karena akan membahayakan," ungkapnya.

Asep, 45, warga setempat, menuturkan saat batu pada tebing longsor tidak ada kendaraan yang tertimpa. Namun materialnya berserakan karena kawat baja penahan jebol.

"Selain menutup sebagian bahu jalan, material bebatuan yang longsor juga menutup saluran air," ucapnya.

baca juga: Polisi Temukan Enam Selongsong Peluru di Area PT Freeport

Asep berharap ke depan Kementerian PUPR, terutama PJN 2 Jabar, menyiapkan alat berat di lokasi-lokasi yang terindikasi rawan longsor di ruas jalan nasional. Upaya itu untuk mempermudah penanganan seandainya terjadi tanah longsor.

"Di wilayah kami juga kan daerahnya banyak tebing yang rawan longsor saat hujan. Kalau bisa seharusnya ada pos jaga untuk mempercepat penanganan saat terjadi bencana," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

Medcom/Amaluddin

Khofifah Dorong Upaya Peningkatan SDM Muslimat NU

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:08 WIB
Muslimat NU yang selalu menggaungkan toleransi, keseimbangan, dan keadilan tersebut, dinilai perlu melakukan revitalisasi yang mencakup...
dok.mi

Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Tambah 33 Orang, Kasus Baru Nihil

👤Palce Amalo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:30 WIB
PASIEN sembuh dari covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 33 orang, Kamis (29/10). Sebaliknya, tidak ada tambahan kasus...
Antara

Hasil Panen Bawang Merosot Harganya Jadi Meroket

👤John Lewar 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:20 WIB
TURUNNYA hasil panen produksi petani bawang merah, putih dan bawang Bombai di beberapa daerah yang menjadi kantong produksi, menyebabkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya