Selasa 14 Januari 2020, 14:15 WIB

AS Hapus Label Manipulator Mata Uang dari Tiongkok

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS Hapus Label Manipulator Mata Uang dari Tiongkok

AFP/STR
Mata uang Tiongkok yuan bersanding dengan mata uang AS dolar.

 

AMERIKA Serikat (AS), Senin (13/1), menghapus label manipulator mata uang yang diberlakukan pada Tiongkok musim panas lalu. Langkah itu merupakan tanda meredakan ketegangan antara kedua kekuatan ekonomi setelah hampir dua tahun konflik.

Hanya dua hari sebelum Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan fase satu dengan Tiongkok, Departemen Keuangan AS dalam laporan semitahunan kepada Kongres mengatakan bahwa yuan telah menguat dan Beijing tidak lagi dianggap sebagai manipulator mata uang.

Trump, Agustus lalu, dengan marah menuduh Beijing melemahkan mata uangnya untuk mencuri bisnis dan pabrik AS, menyatakan kembali keluhan lama.

Otoritas Tiongkok, Agustus lalu, mengizinkan yuan jatuh di bawah 7 terhadap dollar AS, mengirimkan getaran di penjuru pasar saham pada saat itu dan memicu kemarahan Trump.

Baca juga: Trudeau: AS Bertanggung Jawab Atas Penembakan Pesawat di Iran

"Selama musim panas, Tiongkok mengambil langkah konkret untuk mendevaluasi mata uangnya, juga dikenal sebagai renminbi (RMB), dan langkah itu membuat RMB pada level terlemah terhadap dolar AS dalam lebih dari 11 tahun," kata Departemen Keuangan.

Namun, baru-baru inim RMB menguat menjadi 6,93 terhadap dollar AS. Departemen Keuangan mengatakan pakta perdagangan yang baru membahas masalah mata uang.

"Dalam perjanjian ini, Tiongkok telah membuat komitmen yang dapat ditegakkan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif dan tidak menargetkan nilai tukarnya untuk tujuan kompetitif," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

Langkah simbolis

Meski laporan mata uang semitahunan selalu mendapatkan perhatian sebagai tanda kunci hubungan antara para kekuatan, pencabutan labe manipulator mata uang sebagian besar dinilai simbolis.

Sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan, Tiongkok juga telah sepakat memublikasikan informasi yang relevan terkait nilai tukar dan neraa eksternal mereka.

Namun, banyak ekonom mempertanyakan keputusan AS untuk mencap Tiongkok sebagai manipulator mata uang.

Pakar Tiongkok Martin Chorzempa mengatakan pengumuman itu mendapat perhatian yang jauh lebih besar dari seharusnya, karena itu hanya penting pada tingkat simbolik yang paling dangkal.

Sementara itu, Mnuchin menyebut kesepakatan fase satu penting dan akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan peluang bagi pekerja dan bisnis AS. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More