Selasa 14 Januari 2020, 13:45 WIB

Iran Buka Akses Investigasi Pesawat Ukraina ke Penyelidik Kanada

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Iran Buka Akses Investigasi Pesawat Ukraina ke Penyelidik Kanada

AFP/Walter Tychnowicz
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

 

TEHERAN membuka akses bagi penyelidik Kanada untuk menganalisis puing-puing dan kotak hitam dari pesawat jet Ukraina yang jatuh akibat serangan rudal, pekan lalu.

"Kami tidak sepenuhnya tahu ruang lingkup investigasi kami nantinya," ujar Ketua Dewan Keselamatan Transportasi (TSB) Kathy Fox dalam konferensi pers.

"Ada tanda-tanda awal Iran memungkinkan TSB untuk memainkan peran yang lebih aktif daripada yang biasanya diizinkan," imbuhnya.

Setelah dua penyelidik Kanada mendarat di Teheran, beberapa hari kemudian akan datang kembali penyelidik lainnya. Mereka diundang Iran untuk berpartisipasi dalam pengunduhan dan analisis suara kokpit serta perekam data pesawat.

Baca juga: Lima Negara Bahas Sanksi untuk Iran Terkait Penembakan Pesawat

Mereka juga akan diizinkan mengunjungi lokasi kecelakaan dan puing-puing pesawat yang sedang dipasang kembali di hanggar terdekat.

"Kami tahu apa yang telah terjadi. Yang tidak kami ketahui adalah mengapa itu terjadi," ungkap Fox sebelum merinci pertanyaan seputar kecelakaan yang masih perlu dijawab.

Pertanyaan tersebut seperti ada unsur kesengajaan atau tidak dalam serangan rudal yang mengenai pesawat, pun ruang udara yang masih terbuka padahal ketegangan di kawasan tersebut sedang meningkat.

Jet Boeing 737 milik Ukraine International Airlines ditembak jatuh oleh rudal tak lama setelah lepas landas dari Teheran menjelang subuh Rabu (8/1) lalu menewaskan 176 penumpang dan awak kabin pesawat. Sebanyak 57 korban adalah orang Kanada.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne mengumumkan sekelompok negara yang dipimpin Kanada, yang kehilangan warga negara mereka dalam bencana itu, akan mendesak Iran untuk penyelidikan terbuka dan transparan pada pertemuan di London, Inggris, Kamis (16/1).

"Kami telah mengadakan pertemuan tatap muka pertama dari International Coordination and Response Group pada Kamis di Canada House di London," kata Champagne dalam sebuah pesan Twitter.

Dalam pertemuan mereka, para menteri luar negeri dari Kanada, Ukraina, Swedia, Afghanistan dan Inggris akan berusaha mempertahankan tekanan terhadap Iran untuk akses penuh serta memperbarui seruan untuk transparansi dan akuntabilitas.

Kelompok ini juga akan membahas upaya penuntutan kompensasi bagi keluarga para korban. (AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/ EDUARDO SOTERAS

Militer Ethiopia akan Lancarkan Serangan ke Ibukota Tigray

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 07:05 WIB
PM Abiy melancarkan kampanye militer melawan TPLF pada 4 November, menuduh TPLF menyerang kamp-kamp militer federal di wilayah...
Dok KBRI Addis Ababa

Perusahaan Indonesia dan Ethiopia Berbagi Potensi Kerja Sama

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 27 November 2020, 06:53 WIB
Saling berbagai informasi antara perusahaan dan pelaku ekonomi kedua negara sangat penting dan...
Dok KBRI Den Haag

Dubes RI untuk Belanda Serahkan Surat Kepercayaan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 27 November 2020, 06:47 WIB
Dubes Mayerfas menyampaikan harapan untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya