Selasa 14 Januari 2020, 09:50 WIB

Wapres Dorong Ormas Cegah Radikalisme

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Wapres Dorong Ormas Cegah Radikalisme

ANTARA/AJI STYAWAN
Wapres KH Ma'ruf Amin Bertemu dengan ormas Matlha'ul Anwar.

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Matlha'ul Anwar dalam upaya menangkal radikalisme. Matlha'ul Anwar merupakan organisasi Islam yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah berbasis di Pandeglang, Banten.

Seusai pertemuan dengan Wapres, Ketua Majelis Amanah Pengurus Besar Matlha'ul Anwar (PBMA) Irsjad Juwaeli mengatakan pihaknya ingin membantu pemerintah mengurangi dan menghilangkan radikalisme, terutama di kalangan jemaah PBMA, meskipun tidak ada ormas yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berpaham radikal termasuk PBMA.

"Hampir semua ormas yang ada di lingkungan kita, baik Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PBMA kelihatan tidak ada yang berpikir radikal tapi yang di luar konteks itu yang perlu kita dakwahi," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Ia menyatakan Pancasila adalah ideologi dan falsafah negara yang telah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari ormas Islam, PBMA, imbuhnya, terus bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat, terutama ormas dan masyarakat nonmuslim untuk membangun toleransi.

"Toleransi yang luas untuk kepentingan bangsa dan negara. Bangsa dan negara tidak bisa dibangun kita saja, tetapi oleh seluruh masyarakat. Kita sudah ada kebinekaan, kesatuan NKRI yang perlu kita junjung tinggi setiap saat," tegas Ma'ruf.

Ia menjelaskan, radikalisme muncul karena pemahaman yang kurang jelas mengenai ajaran Islam. Ketidakpaham-an itu kemudian disampaikan secara terbuka sehingga terjadi benturan-benturan di kalangan umat Islam. Oleh karena itu, imbuhnya, PBMA ingin memberikan pemahaman dakwah yang benar melalui khotbah di masjid-masjid dan majelis taklim.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PBMA Ahmad Sadali Karim mengatakan Pancasila sudah menjadi pemberian. PBMA, kata dia, mendukung ide Wapres untuk mengembangkan usaha kecil dan menegah (UKM) di daerah supaya ekonomi umat bisa meningkat.

"Ini juga menekan radikalisme. Juga beliau (Wapres) mengatakan agar kita semua menjaga toleransi bersama umat lain demi keutuhan bangsa," cetusnya. (Ind/P-3)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Wapres: Medsos Bikin Masyarakat Sulit Percaya Pemimpin Bangsa

👤Antara 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:06 WIB
Di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, masyarakat seolah-olah sulit menaruh kepercayaan kepada pemimpin bangsa, kata...
MI/Pius Erlangga

Perlu Gerakan Bersama Wujudkan Peningkatan Peran Perempuan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:49 WIB
Dalam politik gagasan, keragaman perspektif saat pembentukan kebijakan, termasuk perspektif perempuan, sangat memengaruhi kualitas...
Ist

Satu Lagi Organisasi Advokat Lahir, Peradi Pergerakan

👤Rosmery Sihombing 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:29 WIB
Organisasi Advokat Peradi Pergerakan resmi dibentuk dengan ditandai penyerahan pataka pergerakan kepada Ketua Umum Terpilih Sugeng Teguh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya