Selasa 14 Januari 2020, 09:45 WIB

Lima Negara Bahas Sanksi untuk Iran Terkait Penembakan Pesawat

Antara | Internasional
Lima Negara Bahas Sanksi untuk Iran Terkait Penembakan Pesawat

AFP/STR/National Security and Defense Council of Ukraine
Bangkai pesawat Ukraina yang ditembak jatuh di Iran

 

LIMA negara yang warganya tewas saat menumpangi pesawat Ukraina yang ditembak jatuh oleh militer Iran, Rabu (8/1), akan bertemu di London, Kamis (16/1) untuk membahas tindakan hukum.

Berbicara di sela-sela kunjungan resmi ke Singapura, Senin (13/1), Menteri Luar Negeri Ukraina Vadim Prystaiko mengatakan negara-negara yang sedang berduka tersebut akan membahas kompensasi dan penyelidikan atas insiden tersebut.

Sebuah pesawat Boeing-737 milik maskapai penerbangan Ukraina yang membawa 176 orang penumpang jatuh di dekat Bandara International Teheran, Iran, Selasa (7/1) malam waktu setempat.

Sebanyak 176 penumpang tewas dalam kecelakaan tersebut yang terjadi beberapa menit setelah pesawat lepas landas dari bandara Teheran.

Pemerintah Iran, Sabtu (11/1), mengaku tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina itu karena kesalahan pasukan keamanan yang mengakibatkan 176 penumpang tewas.

Baca juga: Iran Akhirnya Pilih Jalur Dialog

Pengakuan itu disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif melalui akun media sosial Twitter.

Sebelumnya, Pemerintah Iran sempat menyanggah pihaknya menembak jatuh pesawat itu pascaserangan rudal ke basis militer Amerika Serikat (AS) di Irak.

Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraine International Airlines jatuh pada Rabu (8/1) setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran.

Jatuhnya pesawat membuat tekanan dunia internasional ke Iran meningkat setelah aksi saling balas negara itu dengan AS.

Sebelumnya pada 3 Januari, serangan udara militer AS menewaskan pemimpin Korps Garda Revolusi Islam (IGRC) Iran, Qassem Soleimani, di Baghdad.

Pemerintah AS dan Pemerintah Kanada yang 57 warganya merupakan penumpang pesawat itu menyalahkan Iran atas insiden tersebut. Pihak Ottawa mengirim pesan ke Iran, "Dunia sedang mengawasi.".

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menuntut keadilan dan tanggung jawab kepada Iran terkait penembakan pesawat Ukraina yang menewaskan semua penumpang.

Penembakan tersebut menewaskan 57 warga Kanada, sebagian besar dari mereka keturunan Iran.

"Anda mungkin merasa kesepian yang tidak tertahankan, tetapi Anda tidak sendirian. Seluruh negara mendukung Anda, malam ini, besok, dan di tahun-tahun mendatang," kata Trudeau di hadapan ribuan orang yang berkumpul di Toronto, Minggu (12/1).

Sekitar 2.300 orang pada Minggu (12/1) berkumpul di Toronto guna mengenang para korban meninggal dari pesawat Ukraina yang ditembak jatuh di Iran. (OL-2)

Baca Juga

AFP/Eskinder DEBEBE / UNITED NATIONS

Jadi Presiden DK PBB Lagi, Indonesia Siapkan Program Kerja

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 12:15 WIB
Salah satu prioritas presidensi Indonesia adalah untuk mendorong relevansi DK PBB dalam upaya global memberantas...
AFP/JALAA MAREY

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Militer Suriah

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 12:08 WIB
Militer Israel mengatakan, jet tempur, helikopter serang dan pesawat tempur lainnya menyerang posisi tentara Suriah sebagai balasan upaya...
AFP/JIM LO SCALZO

Ini yang Dibahas Menlu AS Pompeo Saat Telepon Retno Marsudi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 11:43 WIB
Menlu AS Pompeo dan Menlu RI Retno Marsudi membicarakan soal Laut China Selatan, kerja sama ekonomi hingga kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya