Selasa 14 Januari 2020, 08:20 WIB

Hujan Abu Gunung Taal Ancam Kesehatan Warga

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Hujan Abu Gunung Taal Ancam Kesehatan Warga

AFP/Ted ALJIBE
Semburan abu vulkanik dari erupsi Gunung Taal, Filipina.

 

KEMENTERIAN Kesehatan Filipina kemarin memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap bahaya kesehatan dari hujan abu akibat aktifnya Gunung Taal.

Hujan abu itu disebut dapat menimbulkan penyakit seperti iritasi mata, hidung dan tenggorokan, bronkitis, ketidaknyamanan saat bernapas, juga iritasi kulit.

Menteri Kesehatan Francisco Duque mengatakan hujan abu juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang licin.

"Masyarakat disarankan tidak keluar rumah lalu menutup jendela dan pintu, serta menggantung tirai lembap di jendela serta pintu untuk menghindari masuknya abu," ungkap Duque.

Sebelumnya, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan Gunung Taal kemarin tetap berada di ambang kemungkinan erupsi berbahaya setelah menghasilkan sekitar 75 kali gempa bumi.

"Gunung Taal memasuki periode disrupsi hebat yang berkembang menjadi erupsi magmatik. Ini ditandai dengan luncuran lava disertai guntur dan kilatan petir," kata juru bicara Phivolcs.

Sementara itu, pihak berwenang di Provinsi Batangas yang berada di sekitar gunung itu telah menyatakan 'keadaan bencana', yang menandakan masalah besar.

AFP/Ted ALJIBE

Kendaraan bermotor mencoba melintas di jalan yang penuh dengan abu vulkanik bekas letusan gunung Taal.

 

 

Gunung aktif

Terletak di sebuah pulau di tengah danau, Taal merupakan salah satu tempat wisata di Filipina, yang juga merupakan gunung berapi terkecil di dunia dan telah mencatat setidaknya 34 letusan dalam 450 tahun terakhir. Letusan terakhir gunung yang terletak tidak jauh dari Manila itu terjadi pada 1977.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Dewan Mitigasi Risiko Bencana dan Manajemen Nasional Filipina, sebanyak 7.742 orang di wilayah Calabarzon kini sudah mengungsi ke 38 pusat evakuasi.

"Kami sangat takut kalau Gunung Taal meletus. Itu sebabnya kami memilih mengungsi," kata Bienvenido Musa, 56, di tempat pengungsian.

Bandara Internasional Ninoy Aquino sendiri telah kembali beroperasi. Sebelumnya bandara itu ditutup karena turunnya hujan abu. Meski demikian, masih banyak wisatawan terdampar dan harus menunggu di bandara.

"Saya harus keluar biaya ekstra akibat pembatalan penerbangan," keluh Joan Diocaras, 28, warga Fili-pina yang akan pergi ke Taiwan.

Sekolah ataupun kantor pemerintahan di beberapa tempat di Manila masih ditutup. Bursa Saham Filipina juga tidak beroperasi karena khawatir para karyawan akan menghirup debu vulkanis. (AFP/BBC/Rif/Hym/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More