Senin 13 Januari 2020, 23:50 WIB

Asabri Klaim Kinerja Perusahaan Berjalan Normal

Faustinus Nua | Ekonomi
Asabri Klaim Kinerja Perusahaan Berjalan Normal

MI/Susanto
Ilustrasi: Gedung Asabri

 

MANAJEMEN PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri mengklaim kinerja perusahaannya saat ini berjalan normal. Hal itu ditegaskan manajemen berhubung adanya pemberitaan di sejumlah media terkait kerugian perusahaan yang mencapai Rp10 triliun dan berdampak pada kegiatan operasioanal Asabri.

"Kegiatan operasional Asabri terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," kata Direktur Utama Asabri Letjen TNI (purn) Sonny Widjaja melalui keterangan resmi (13/1).

Diakuinya bahwa terdapat beberapa penurunan nilai investasi Asabri di pasar modal Indonesia. Namun, dia menegaskan hal itu sifatnya sementara dan manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk merecovery penurunan tersebut.

"Dalam melakukan penempatan investasi, Asabri senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi," tambahnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, Asabri selalu mengedepankan tata kelola kerusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Di samping itu, pihaknya tetap berkomitmen untuk patuh terhadap Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya.

"Manajemen Asabri juga terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta Asabri dan stakeholders," pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD beberapa waktu lalu mengungkapkan adanya dugaan korupsi di perusahaan tersebut. Potensi kerugian pun mencapai angka Rp10 triliun. Hal itu diakibatkan kesalahan manajemen dalam melakukan investasi seperti halnya kasus Jiwasraya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More