Selasa 14 Januari 2020, 06:00 WIB

Pasokan Membesar Perkantoran Tertekan

Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi
Pasokan Membesar Perkantoran Tertekan

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.
PASOKAN GEDUNG PERKANTORAN JAKARTA:

 

Kebutuhan terhadap kantor yang semakin melemah akibat maraknya bisnis internet.

KONDISI pasar gedung perkantoran Jakarta diprediksi masih tertekan pada tahun ini. Pasar terindikasi naik, tapi terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan.

"Proyeksi bisnis perkantoran pada 2020 masih banyak tekanan. Pasar memang ada indikasi naik, tapi suplai dan ekspansi tidak seimbang. Hal itu membuat okupansi menurun," papar Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, pekan lalu.

Tingkat hunian diprediksi turun karena ada perkiraan pasokan besar pada tahun ini. Rata-rata komitmen tingkat hunian untuk perkantoran pada 2020 baru mencapai 30%.

Pada tahun ini, tujuh gedung perkantoran di kawasan central business district (CBD) akan beroperasi. Dengan demikian, total tambahan suplai perkantoran mencapai 270 ribu meter persegi.

Pada kawasan non-CBD juga terdapat tujuh gedung perkantoran yang segera beroperasi pada tahun ini. Total tambahan suplai perkantoran mencapai 225 ribu meter persegi.

"Kami melihat ada kontraksi tarif sewa pada 2020. Harga sewa di beberapa gedung perkantoran akan lebih rendah dari harga rata-rata pasar sebelumnya," imbuh Ferry.

Tarif sewa gedung perkantoran di kawasan CBD pada tahun ini diperkirakan mendekati level Rp250 ribu per meter persegi. Tingkat hunian di kawasan CBD pada tahun ini diprediksi 82%.

Lantas tarif sewa di kawasan non-CBD diprediksi berada pada level Rp200 ribu. Tingkat hunian di kawasan non-CBD diperkirakan mendekati level 80%.

Butuh kreativitas

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum bidang Informasi & Telekomunikasi Digital Properti Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya mengungkapkan sektor properti komersial seperti kantor terkena dampak pelemahan lebih awal jika dibandingkan dengan perumahan. Kebutuhan terhadap kantor yang semakin melemah akibat maraknya bisnis internet. "Dampaknya, kebutuhan terhadap kantor semakin berkurang karena orang-orang dapat berkantor di mana saja," ujar Bambang saat dihubungi, kemarin.

Hal itu disampaikan Bambang berdasarkan penelitian yang dilakukan badan riset REI sejak 2012. Ia menilai prediksi tingkat hunian kawasan CBD pada 2020 sebesar 82% merupakan pencapaian target optimis. Tingkatan okupansi itu, menurut Bambang, akan dipengaruhi tarif sewa yang dikenai. Apalagi nanti diperkirakan terdapat pasokan kantor baru yang luasnya lebih dari seperempat juta meter persegi.

Bambang memberikan saran kepada pengembang untuk mencari terobosan. Akan tetapi, terobosan tersebut tidak selalu terkait dengan instrumen tarif sewa, tapi juga kemudahan bagi penyewa.

Jika para pengembang hanya mengedepankan instrumen tarif sewa untuk menarik pembeli, pada akhirnya hal tersebut hanya membuat situasi perang harga. Jika hal tersebut terjadi, itu membuat semua pihak mengalami kerugian.

Salah satu contoh kemudahan yang dapat diberikan, semisal penyewaan kantor yang dilengkapi dengan interior. Bisa juga pengembang mengadopsi konsep coworking space yang diperluas.

Misalnya, sewa kantor, tetapi ruang rapatnya menjadi ruang bersama untuk beberapa tenant sehingga lebih efisien dan lebih murah. "Intinya kreativitas menjadi kata kunci," tutur Bambang.

Menurutnya, kondisi pasar dan ekonomi dunia saat ini tidak dapat ditawar lagi. Diperlukan solusi dengan pandai membaca kondisi ritel dan terus membuat terobosan untuk bertahan di tengah kelesuan pasar. (Dro/S-3)

Baca Juga

Antara

PNS Kemenko Perekonomian Work From Office Mulai 27 Mei

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 26 Mei 2020, 00:51 WIB
"Pada Kamis besok, 27 Mei, Kemenko Perekonomian berencana akan mengambil inisiatif untuk work from office secara terbatas. Dan,...
Antara/M Risyal Hidayat

Dibuka Besok, IHSG Diprediksi Melemah

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:08 WIB
Analis menilai pergerakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan. Namun, sentimen dari pasar keuangan global patut...
MI/Vicky Gustiawan

Produksi Pertanian dan Sayuran Meningkat, Ekspor Tumbuh Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 17:28 WIB
Pihaknya, berharap momen pandemi ini menjadi momentum untuk makin cinta produk petani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya