Selasa 14 Januari 2020, 04:40 WIB

Seniman Minta Tinjau Ulang Nomenklatur Baru

(Ant/H-3) | Humaniora
Seniman Minta Tinjau Ulang Nomenklatur Baru

MI/SUSANTO
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid

 

Pengamat seni dan budaya Suhendi Apriyanto meminta penghapusan direktorat ditinjau ulang. "Banyak yang resah setelah hilangnya direktorat seni dan sejarah karena direktorat itu tempat bernaung para pelaku seni," kata Suhendi ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, mengatakan perubahan nomenklatur diakibatkan penyesuaian dengan UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Nomenklatur baru juga menyikapi perkembangan zaman dengan adanya direktorat yang menangani perfilman, musik, dan media baru. Hal ini mengacu pada dokumen Visi-Misi Presiden Joko Widodo halaman 21 tentang Seni Budaya.

Nomenklatur baru diharapkan menjadikan proses sebagai hal yang utama dengan tidak mengabaikan seluruh objek-objek kebudayaan, baik yang bersifat kebendaan maupun tak benda," ujar Hilmar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/1).

Hilmar menambahkan, justru dalam nomenklatur baru seluruh unsur kebudayaan dikelola dengan proses yang mengacu pada UU, yakni pelestarian kebudayaan yang meliputi pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. (Ant/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More