Senin 13 Januari 2020, 21:56 WIB

Penggunaan Plastik di Kemendikbud Masih Terjadi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Penggunaan Plastik di Kemendikbud Masih Terjadi

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Ilustrasi pengurangan penggunaan plastik

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melarang penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan kantong plastik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Larangan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memerangi sampah plastik.

Pada himbauan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2019 itu, Mendikbud meminta agar pejabat dan pegawai Kemendikbud tidak menggunakan bahan-bahan yang dapat menimbulkan sampah, seperti piring, gelas, kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai, dan/atau kantong plastik di lingkungan kerja masing-masing.

"Kemudian di dalam pelaksanaan kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis di kantor, tidak menggunakan pembungkus makanan atau kemasan minuman plastik. Selain itu, di setiap ruang kerja, ruang pertemuan, ruang rapat, aula harus tersedia dispenser dan/atau teko air minum, dan gelas minum," tulis Mendikbud dalam surat edaran tersebut.

Selain itu, seluruh pegawai Kemendikbud diminta untuk meningkatkan penggunaan peralatan makan dan minum yang terbuat dari kaca, melamin, keramik, dan rotan. Pegawai juga diharapkan membiasakan diri dengan penggunaan botol minum/tumbler sebagai alat minum, dan membawa alat makan pribadi.

Sedangkan aktivitas jual beli di area kantin Kemendikbud diminta untuk meningkatkan penggunaan kantong yang dapat digunakan kembali (reusable bag).

Surat edaran tersebut turut mencantumkan imbauan agar mengurangi penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan lainnya yang berbahan plastik pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis lainnya.

"Pimpinan tiap unit kerja diharapkan dapat melakukan sosialisasi terhadap pegawai di unit kerja masing-masing mengenai larangan penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik," tutupnya.

Beberapa hari setelah himbauan tersebut beredar, rupanya penggunaan kantong plastik sekali pakai di lingkungan Kemendikbud masih berlangsung.

Karyawan administrasi Kopmart Kemendikbud Rifki mengatakan sudah mendapat informasi tentang himbauan pengurangan plastik di lingkungan Kemendikbud. Namun dia mengaku tidak tahu menahu kapan peraturan tersebut akan benar-benar diberlakukan, sehingga dia tetap memberikan kantong plastik kepada pembeli jika diminta.

"Rencana sih memang pengin dikurangi, diganti sama paperbag, tapi karena ini udah beli plastik banyak jadi mungkin dihabisin dulu aja," tutur Rifki.

Senada, karyawan Koperasi Balitbang Kemendikbud Rahma juga mengaku belum tahu pasti kapan larangan itu benar-benar berlaku. Dia mengatakan, masih banyak pembeli yang membutuhkan kantong plastik, apalagi jika barang yang dibeli cukup banyak.

"Mungkin nanti keputusannya pas akhir bulan ini. Belum ada omongan bosnya juga masih sibuk, jadi finalnya nunggu bosnya aja," tandasnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More