Senin 13 Januari 2020, 21:32 WIB

Presiden Undang Dunia Berinvestasi di Ibu Kota Negara Baru

Andhika prasetyo | Internasional
Presiden Undang Dunia Berinvestasi di Ibu Kota Negara Baru

Antara
Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru

 

PRESIDEN Joko Widodo mengundang para investor di seluruh dunia untuk turut berinvestasi dan berperan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia.

Ajakan tersebut dilontarkan saat Presiden menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (13/1).

“Di Ibu Kota Negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik dan kearifan terbaik,” ujar Presiden Jokowi melalui keterangan resmi.

 

Baca juga: Putra Mahkota Abu Dhabi jadi Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota

 

Jokowi menekankan IKN baru harus menjadi kota yang ditopang teknologi mutakhir dan lingkungan yang ramah. Di saat bersamaan, kawasan itu juga harus mampu menjadi wadah bagi inovasi, kreativitas sehingga menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.

“Energi terbarukan dan teknologi yang bersih akan menghasilkan kehidupan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi,” ungkap Presiden.

Maka dari itu, peran dunia terutama negara-negara maju untuk turut terlibat dalam pembangunan ibu kota baru sangat dibutuhkan mengingat saat ini Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan teknologi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan Indonesia kini memiliki 1,4 juta pegawai negeri sipil pusat yang apa bila digabung dengan keluarga, akan ada sekitar tujuh juta jiwa yang akan pindah ke IKN baru.

Berpegangan pada data itu, Kepala Negara tidak ingin hanya membangun ibu kota administratif dengan skala kecil.

"Kami ingin membangun kota smart metropolis karena populasinya akan tiga kali lipat populasi Paris, sepuluh kali lipat populasi Washington DC, bahkan akan menyamai populasi New York dan London,” tutur Jokowi.

Oleh karena itu pula, Presiden Jokowi menekankan pentingnya gaya hidup urban di abad ke-21 yang rendah karbon dan bertanggung jawab secara lingkungan.

“Pembangunan ibu kota negara yang baru akan menekankan pada pentingnya mengatasi masalah sosial seperti gaya hidup boros. Kami akan membangun kota baru yang atraktif dan ramah bagi semua kalangan. Gaya hidup yang efisien dan rendah karbon dengan berorientasi pada transportasi publik, kota ramah pejalan kaki dan dekat dengan alam akan dikedepankan,” ungkap Presiden. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More