Senin 13 Januari 2020, 19:10 WIB

Bali Harus Jadi Contoh bagi Pariwisata Aman Bencana di Indonesia

Arnoldus Dhae | Nusantara
Bali Harus Jadi Contoh bagi Pariwisata Aman Bencana di Indonesia

ANTARA
Pantai Kuta di Bali

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, berkunjung langsung ke Pusat Pengendali Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Bali, Senin (13/1) sore.

Dalam kunjungan tersebut, mantan Danjen Kopassus tersebut bertemu dengan sejumlah elemen penanggulangan bencana di Bali seperti BPBD Bali, BPBD kabupaten dan kota seluruh Bali, unsur TNI dan Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tim reaksi cepat (TRC) Bali, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan seluruh relawan bencana lainnya serta unsur Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Provinsi Bali.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut, Doni membuka sesi dialog dengan semua unsur terkait. Tujuannya, agar Bali lebih tanggap bencana. Dalam arahannya, Kepala BNPB meminta agar Bali harus menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan bencana. Terutama Bali sebagai daerah pariwisata besar di Indoesia agar perlu menunjukkan kepada dunia bahwa Bali ini adalah pariwisata aman bencana.

"Bali harus menjadi contoh bagi destinasi lainnya di Indonesia soal penerapan konsep parwisata yang aman bencana. Tujuannya agara daerah lain di Indonesia bisa melihat Bali yang mampu melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana. Bagaimana mengupayakan kesiapsiagaan yang tinggi, merancang sebuah BPBD yang berstandar internasional, BPBD yang dilengkapi dengan semua fasilitas, dan didukung oleh anggaran yang memadai, tetapi dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Jadi itu yang kita rencanakan untuk waktu yang akan datang," ujarnya.

Ia memastikan bahwa Bali akan menjadi program prioritas BNPB dalam pencegahan dan penanggulangan bencana supaya nanti bisa ditiru oleh daerah lainnya.


Baca juga: Pemkab Lumajang Komitmen Kawal LP2B untuk Penyediaan Pangan


"Apa yang harus ditiru. Bagaimana Bali membangun sistem, bagaimana Bali membuat kesiapsiagaan kepada publik dan masyarakat bukan hanya kepada penduduk lokal tetapi kepada wisatawan asing," ujarnya.

Tahap pertama lima destinasi prioritas terutama beberapa daerah yang memang memiliki kunjungan wisata tertinggi selain Bali yakni Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, dan sebagainya.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata, agar destinasi dengan kunjungan wisatawan tertinggi harus menjadi skala prioritas untuk mendukung BPBD yang berstandar dunia. Tujuannya agar wisatawan aman dan nyaman.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin, mengatakan, Bali sudah melakukan yang terbaik dalam mendukung program pariwisata yang aman bencana. Dari SDM, sarana dan prasarana, sistem semuanya sudah terprogram dengan baik.

"Wisatawan biasanya membutuhkan keamanan (security), kenyamanan (safety), kepastian (surety), dan yang terakhir adalah kedamaian (peace). Wisatawan harus aman. Informasinya tepat, akurat, terpadu. Wisatawan harus nyaman. Kemana-mana mereka tidak takut. Wisatawan juga butuh kepastian, seperti petugas selalu ada di lapangan, jika terjadi sesuatu. Dengan itu mereka damai ada di  Bali," ujarnya. Sistem ini sudah terbangun dengan baik di Bali. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More