Senin 13 Januari 2020, 18:54 WIB

Tito Minta Tambah Anggaran Blanko E-KTP

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Tito Minta Tambah Anggaran Blanko E-KTP

MI/Susanto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

 

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan, pemerintah berpotensi mengalami kekurangan blanko E-KTP di 2020. Setidaknya dibutuhkan sekitar 30 juta blanko, namun yang tersedia hanya sebanyak 16 juta blanko E-KTP.

Potensi kurangnya blanko E-KTP di 2020 itu menjadi salah satu pembahasan yang dilakukan Tito bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (13/1).

Tito meminta agar Menteri Keuangan memberikan anggaran tambahan terkait dengan penambahan blanko E-KTP. "Jangan sampai nanti menimbulkan kelangkaan untuk pembuatan blanko EKTP di daerah-daerah. Tahun lalu juga kurang tetapi dipenuhi, sudah," terang Tito.

Menurutnya, bila bersandar pada anggaran yang telah disediakan sebelumnya oleh Menteri Keuangan, maka diantara bulan Mei dan Juni pemerintah akan kehabisan blanko.

"Sehingga kita minta agar ditambah, beliau menyampaikan agar dibuat surat resmi, kami akan buat surat resmi dengan detilnya berapa kebutuhannya," ungkap Tito.

Belum lagi pascabanjir di awal 2020, menurutnya dampak dari bencana itu menyebabkan banyaknya warga yang KTP dan kartu keluarganya rusak terkena air. Oleh karenanya penambahan anggaran amat diperlukan.

Disamping itu, mantan Kapolri itu juga telah meminta agar Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil untuk membantu warga yang dokumennya terdampak banjir.

"Dirjen Dukcapil saya perintahkan untuk membantu terkait kehilangan dokumen-dokumen tersebut, jajaran Dukcapil secara gratis, sudah berjalan. Otomatis akan bertambah lagi kebutuhannya," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More