Senin 13 Januari 2020, 18:05 WIB

Polisi: Hacker Situs PN Jakpus Sudah Bobol Ribuan Website

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi: Hacker Situs PN Jakpus Sudah Bobol Ribuan Website

Ilustrasi
Hacker

 

KEPALA Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, mengatakan dua orang peretas atau hacker situs sipp.pn-jakartapusat.go.id milik Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yakni CA alias CAP alias Yusa, 24, dan AY alias KONSLET, 22, tidak memiliki latar belakang khusus di bidang IT. Namun, CA dan AY yang tergabung dalam Komunitas Typical Idiot Security diketahui telah meretas 3.896 situs. Sedangkan, untuk AY seorang, meretas 352 situs.

"Kedua pelaku ini mempunyai background pengetahuannya (meretas) karena belajar sendiri atau otodidak. Dan fakta lainnya ternyata, saudara CA hanya lulusan sekolah dasar, saudara AY lulusan SMP," kata Asep di Mabes Polri, Senin (13/1).

Baca juga: Polisi Tangkap Peretas Situs PN Jakarta Pusat

Sementara itu, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Reinhard Hutagaol, mengatakan keduanya melalukan aksi peretasan situs PN Jakarta Pusat di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Timur pada Kamis (19/12). Aksi tersebut, lanjut Reinhard, diinisasi oleh AY.

"Setelah tersangka CA berhasil mendapatkan akses backdoor situs PN Jakarta Pusat, ia memberikan akses tersebut untuk digunakan tersangka AY. Tersangka AY menggunakan backdoor tersebut untuk mengubah tampilan situs PN Jakarta Pusat. Tersangka AY kemudian memberikan uang Rp400 ribu kepada tersangka CA setelah aksi deface dilakukan," terang Reinhard.

Menurut Reinhard, kedua pelaku menaruh simpati kepada Luthfi Alfiandi, 21, seorang demonstran yang fotonya viral karena membawa bendera Merah Putih saat berunjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada 30 September 2019. Diketahui, perkara Luthfi ditangani oleh PN Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Reinhard mengatakan, keduanya melakukan aksi tersebut hanya untuk mengaktualisasikan diri mereka. Namun, selain situs PN Jakarta Pusat, keduanya juga sudah meretas ribuan situs, baik di dalam maupun luar negeri. 

Kepala PN Jakarta Pusat, Yanto, mengatakan pihaknya sudah mencium aksi peretasan yang dilakukan CA dan AY terkait kasus Luthfi. Akibat dari peretasan tersebut, banyak hal yang dirugikan.

"Semua layanan menjadi terganggu, SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) menjadi tidak bisa terbaca. SIPP sangat penting karena para pencari keadilan jadi tidak bisa menggunakan. Untungnya saja punya data back up, kalau seandainya tidak punya data back up, tentu sudah terhapus semua," papar Yanto.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu bundel log server website PN Jakarta Pusat, dua buah laptop, dua buah ponsel.

Baca juga: Korban Tewas Terlindas Truk di Daan Mogot Dimakamkan di Tegal

Sebelumnya, pada Kamis (19/12), situs PN Jakarta Pusat tidak dapat diakses. Situs tersebut menampilkan ilustrasi Lutfi yang sedang membawa bendera Merah Putih. Termuat pula tulisan 'Respect for STM' dan "Tertangkap berorasi dihukum penjara, korupsi berjuta masih berkuasa."

Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 46 ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 30 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman maksimal delapan tahun penjara, dan Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1), (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara, dan Pasal 49 Jo Pasal 33 UU ITE dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Wagub DKI Pastikan Bansos Diperpanjang Hingga Tahun Depan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 November 2020, 11:55 WIB
Dalam pemberian bansos, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendistribusikan bansos kepada 2,4 juta...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Ashanty Bicara Soal Penangkapan Millen Cyrus

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 11:35 WIB
Dia mengaku masih terkejut atas kabar keponakannya tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Jelang Libur Akhir Tahun, DPRD DKI Ingatkan Soal Prokes

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 25 November 2020, 11:18 WIB
Pemerintah harus menggencarkan kembali penerapan protokol kesehatan, baik bagi masyarakat maupun di tempat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya