Senin 13 Januari 2020, 16:00 WIB

Klinik Harap BPJS Kesehatan Cepat Lunasi Utang

Atalya Puspa | Ekonomi
Klinik Harap BPJS Kesehatan Cepat Lunasi Utang

ANTARA
Layanan di BPJS Kesehatan

 

DENGAN adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan, pihak klinik berharap pembayaran utang BPJS Kesehatan terhadap klinik dapat cepat dilunasi. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Klinik Hemodialisis Tidore, Andreas Japar.

"Dengan adanya kenaikan iuran, kami berharap bisa dibayar lebih cepat. Pembayaran klaim itu kan waktunya 3 sampai 4 bulan. Jadi bisa lebih cepat," kata Andreas di Klinik Hemodialisis Tidore, Jakarta Pusat, Senin (13/1).

Baca juga: Suahasil Nazara Dilantik Jadi Anggota Komisioner OJK Ex-Officio

Dirinya mengungkapkan, hingga kini BPJS Kesehatan masih memiliki tunggakan di kliniknya. Namun begitu, Andreas enggan menyebutkan berapa jumlahnya.

Dirinya mengaku, sering kali, keterlambatan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan menyulitkannya untuk mengelola cash flow dalam klinik tersebut.

"Tetapi BPJS memberikan solusi dengan adanya supply chain finance (SCF). Kita bisa pinjam dari BNI atau Bank Mandiri. Nah, itu sudah dilakukan dan kami bersyukur. Hanya saja yang paling sulit adalah, ketika klinik kami ada di rumah sakit karena yang akan dibayarkan oleh BPJS pasti RS-nya kan," imbuh Andreas.

Dirinya berharap, dengan pembayaran klaim tepat waktu dari BPJS Kesehatan, pihaknya dapat mempertahankan mutu pelayanan bagi pasien yang menjalani perawatan di klinik tersebut.

"Jadi kami tidak sembarangan memiliki klinik ini. Dari peralatan yang cukup canggih, sumber daya manusianya yang terlatih dan bersertifikat, serta SOP-nya kami jalankan dengan sungguh-sungguh," katanya.

Dirinya juga memastikan, pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan di klinik akan sama dengan yang didapatkan peserta di RS. Pasalnya, pada dasarnya keduanya memiliki kualitas tenaga kesehatan dan alat kesehatan yang sama baiknya.

"Kita dalam persiapan ini pasti akan mengikuti peraturan dinas kesehatan, dan juga persatuan nefrologi Indonesia. Karena itu, apa yang kami lakukan di sini sangat siap mengenai tempatnya, jumlah mesinnya, sumber daya manusianya," tandasnya.

Saat ini, klinik Hemodialisis Tidore berfokus untuk melayani pasien hemodialisis. Klinik tersebut memiliki sebanyak 24 tempat tidur untuk menampung pasien setiap harinya.

Sebagai klinik mitra BPJS Kesehatan, sebagian besar pasien, atau sebanyak 20 pasien setiap harinya merupakan peserta JKN-KIS.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf mengungkapkan, pascakenaikan iuran, dirinya memastikan pembayaran tunggakan ke fasilitas kesehatan akan semakin membaik.

Baca juga: Setyanto Hantoro Resmi Jadi Dirut Baru Telkomsel

Iqbal menyebut, hingga saat ini BPJS Kesehatan masih memiliki utang sebesar Rp14 triliun dan akan segera dibayarkan setelah uang iuran terkumpul.

"Pasti akan lebih baik, karena duit ada, tinggal bayar. Dikumpulin yang ada bayar ke RS-nya, lihat jatuh temponya mana yang lebih dulu akan dibayar lebih dulu. Lebih dulu itu bagaiman RS sudah selesai pengecekan, verifikasi dan lain-lain," tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Petani Malangbong Garut Siap Panen Jagung Seluas 1.523 Ha

👤mediaindoensia.com 🕔Sabtu 04 April 2020, 12:53 WIB
Dinas Pertanian Malangbong bersama dengan pemerintah daerah yang berkaitan juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area...
DOK KEMENTAN

Produksi Padi Aman, Harga Beras Stabil

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 April 2020, 12:17 WIB
Akan ada surplus 2,8 juta ton beras untuk produksi di bulan April...
DOK KEMENTAN

Kementan Jaga Supply-Demand Ayam Ras Seimbang Saat Wabah Covid-19

👤Denny Parsaulian S 🕔Sabtu 04 April 2020, 12:04 WIB
Ditjen PKH akan terus mendorong integrator untuk mengoptimalkan pemotongan di RPHU, dengan cara menambah waktu pemotongan operasional...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya