Senin 13 Januari 2020, 13:36 WIB

Kepala Human Rights Watch Dilarang Memasuki Hong Kong

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kepala Human Rights Watch Dilarang Memasuki Hong Kong

John Tgys/AFP
Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW) ditolak masuk oleh otoritas Hong Kong.

 

KEPALA Human Rights Watch (HRW), Kenneth Roth, Minggu (12/1), mengatakan dirinya ditolak masuk ke Hong Kong. Seharusnya ia dijadwalkan untuk meluncurkan laporan tahunan pengawas setelah berbulan-bulan kerusuhan sipil di kota tersebut.

Hong Kong telah dilanda aksi unjuk rasa selama hampir tujuh bulan yang kadang-kadang berujung kekerasan, krisis politik terbesar dalam beberapa dekade.

Jutaan orang telah turun ke jalan untuk berdemonstrasi  di jalanan pusat keuangan semiotonom Hong Kong untuk menuntut kebebasan demokratis yang lebih besar.

Roth dijadwalkan untuk memberikan konferensi pers, Rabu (15/1), untuk mengungkap survei global terbaru organisasinya, yang menuduh Beijing melakukan 'serangan intensif' pada lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional.

"Saya berharap untuk menyoroti serangan Beijing yang semakin mendalam terhadap upaya internasional untuk menegakkan hak asasi manusia," kata Roth. "Penolakan untuk membiarkan saya masuk Hong Kong dengan jelas menggambarkan masalah tersebut."

Direktur eksekutif kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) itu mengatakan ia dimint5a untuk kembali oleh pihak berwenang di bandara kota.

"Meskipun saya sudah bisa dengan bebas memasuki Hong Kong sebelumnya, kali ini, untuk pertama kalinya, mereka memblokade saya," ujarnya dalam sebuah video yang diposting ke Twitter.

Tiongkok bulan lalu mengumumkan sanksi terhadap lembaga swadaya masyarakat (LSM) AS, termasuk HRW, sebagai pembalasan atas RUU AS yang mendukung gerakan prodemokrasi Hong Kong.

Baca juga : Polisi Hong Kong Tembak Demonstran

"Organisasi-organisasi nonpemerintah ini mendukung kekuatan anti-Tiongkok dan menghasut aktivitas separatis untuk kemerdekaan Hong Kong," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, pada saat itu.

Hua juga menuduh HRW dan kelompok lain memiliki tanggung jawab besar atas situasi kacau di Hong Kong.

Kerusuhan yang dimulai Juni lalu adalah krisis terbesar yang pernah dihadapi koloni Inggris sejak diserahkan ke Tiongkok pada 1997.

Di bawah syarat-syarat penyerahan, Hong Kong menikmati kebebasan unik yang tidak ada di daratan. Namun dalam beberapa tahun terakhir kekhawatiran telah meningkat bahwa kebebasan kota itu terkikis ketika Beijing melakukan kontrol lebih besar atas wilayah tersebut. (AFP/Hym/OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More