Senin 13 Januari 2020, 12:51 WIB

Menolak Harga Baru Kios, Puluhan Pedagang Bantargebang Unjuk Rasa

Gana Buana | Megapolitan
Menolak Harga Baru Kios, Puluhan Pedagang Bantargebang Unjuk Rasa

MI/Gana Buana
Puluhan pedagang di Pasar Tradisional Bantar Gebang menolak harga baru kios pasar yang ditawarkan pada mereka.

 

PULUHAN pedagang di Pasar Tradisional Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menolak harga baru kios pasar yang ditawarkan pada mereka. Pasalnya, besaran harga dianggap memberatkan pedagang dan dipatok tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

“Kami tidak pernah diajak diskusi untuk penetapan harga kios baru,” ungkap Ketua Persatuan Pedagang Bantar Gebang, Mulya, Senin (13/1).

Mulya menjelaskan, sejak awal rencana revitalisasi pasar pedagang tidak pernah diajak berdiskusi. Bahkan, rencana biaya penjualan kios pasca revitalisasipun dianggap terlalu mahal bagi pedagang lama.

Mulya mengatakan, pemerintah mematok harga sewa kios selama 20 tahun sebesar Rp26 juta/meter bagi para pedagang lama untuk kios yang sudah direvitalisasi. Sedangkan untuk pedagang baru ditawarkan seharga Rp35 juta/meter.

“Ini kan rencananya renovasi bukan revitalisasi, harga kiosnya jadi lebih mahal ditawarkan pada kami para pedagang yang sudah lama,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, surat edaran tentang pengosongan pasar yang dikeluarkan pemerintah pun janggal. Dalam surat yang mengingatkan hak pedagang dalam pemakaian kios pasar audah berakhir sejak Oktober 2019 kemarin.

“Tapi suratnya tidak ada kop dan tandatangannya, jadi kami tidak percaya,” lanjut dia.

Dadang, salah pedagang di Pasar Bantar Gebang pun mengaku lokasi sementara relokasi pedagang tidak representatif. Bahkan lebih mirip kandang burung dibanding tempat jualan.

“Ya kita suruh jualan di lantai atas dulu sementara orang juga engga ada yang datang beli,” kata dia.

Menurut Dadang, seharusnya pemerintah tidak merugikan pedagang selama proses revitalisasi pasar. Penyediaan tempat dagang sementara harusnya ada di luar lingkungan pasar.

“Ini sudah mengalahi aturan, tidak bisa kami terima,” tandas dia.

Berdasarkan pemantauan, puluhan pedagang Pasar Bantar Gebang masih melakukan unjuk rasa di depan pasar. Bahkan, keberadaan mereka juga mengganggu arus lalu lintas.

Mereka mengaku akan terus berunjuk rasa sampai pemerintah berjanji tidak melakukan kegiatan apapun sampai ada kesepakatan. (Gan/OL-09)

 

Foto ku japri

Baca Juga

Dok MI

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 DKI Terus Berkurang

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:20 WIB
Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 104.235 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang...
ANTARA/Septianda Perdana

Dua Ormas Bentrok di Tangerang, Kapolsek Ciledug Terkena Sabetan

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:07 WIB
Bentrokan di Jalan Raden Fatah itu berawal dari perusakan bendera ormas oleh anggota ormas lain berinisial MH dan...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Menhub Wanti-wanti Arus Balik Libur Panjang pada 1 November

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:57 WIB
PT KAI Daop I Jakarta sudah memberangkatkan total 9.563 penumpang dengan 11 perjalanan kereta api per hari dari Stasiun Pasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya