Senin 13 Januari 2020, 12:30 WIB

Demonstrasi Antipemerintah di Iran Kembali Digelar

Arpan Rahman | Internasional
Demonstrasi Antipemerintah di Iran Kembali Digelar

AFP/Mona HOOBEHFEKR/ISNA
Demonstrasi di Teheran, Iran

 

DEMONSTRASI mengecam Pemerintah Iran yang sempat berbohong mengenai jatuhnya pesawat maskapai Ukraina memasuki hari kedua, Minggu (12/1). Massa kesal karena pemerintah sempat menyangkal bahwa pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) jatuh akibat terkena misil.

Petugas keamanan menembakkan gas air mata dalam aksi protes yang berlangsung malam hari di Teheran. Di hari kedua, unjuk rasa bahkan telah meluas ke beberapa kota lainnya di Iran.

Inggris juga ikut terseret dalam aksi ini. Sekelompok demonstran pro-pemerintah Iran membakar bendera Union Jack di depan Kedutaan Besar Inggris di Teheran.

Aksi membakar bendera dilakukan usai Duta Besar Inggris untuk Iran Rob Macaire sempat ditahan atas tuduhan menghasut pedemo antipemerintah.

Baca juga: Warga Kanada Kenang Korban Pesawat Ukraina yang Jatuh

Macaire membantah telah menghasut dan mengklaim hanya mengikuti acara mengenang korban tewas tragedi pesawat Ukraina di Teheran.

Inggris mengecam keras penahanan dubesnya dan menilai Iran telah melakukan pelanggaran internasional.

Di tengah penjagaan ketat di seantero Teheran, demonstrasi berskala kecil terjadi di beberapa universitas di ibu kota sepanjang Minggu (12/1). Mereka semua mengecam Iran yang mengaku tidak sengaja menembak jatuh pesawat UIA.

Tragedi penembakan pesawat pada Rabu (8/1) itu menewaskan total 176 orang. Iran baru mengakui kesalahan mereka, tiga hari usai kejadian.

"Mereka berbohong dan mengatakan bahwa (pelaku penembakan pesawat) itu adalah Amerika, tapi musuh yang sebenarnya ada di sini," teriak pedemo di Shahid Beheshti University,dilansir dari Guardian.

Video di media sosial Iran memperlihatkan aksi protes serupa yang terjadi di kota Tabriz, Shiraz, dan juga Kermanshah.

"Mereka menembakkan gas air mata di stasiun kereta bawah tanah Azadi. Tidak ada yang dapat keluar. Kami sesak napas di sini," ucap seorang pria dalam sebuah video.

Jatuhnya pesawat UIA dengan nomor penerbangan PS752 terjadi di hari yang sama Iran meluncurkan belasan misil ke pangkalan yang menampung pasukan Amerika Serikat di Irak.

Serangan itu merupakan balasan Iran atas tewasnya jenderal Qassem Soleimani di tangan AS pada 3 Januari.

Usai tragedi pesawat Ukraina, Iran dan AS terlihat sama-sama mencoba menurunkan ketegangan.

Dalam pertemuan dengan Emir Qatar di Teheran, Presiden Iran Hassan Rouhani sepakat bahwa deeskalasi merupakan "satu-satunya solusi" untuk menurunkan ketegangan dengan AS. (OL-2)

Baca Juga

AFP PHOTO/Ozan Kose/Berkcan Zengin/Mert Cakir/Bulent Kilic

Rasanya 10 Menit seperti tidak akan Berakhir

👤AFP/Nur/Wan/X-8 🕔Minggu 01 November 2020, 03:24 WIB
Survei Geologi AS menyebutkan gempa berkekuatan magnitudo 7,0 terjadi di 14 kilometer dari Kota Karlovasi, Samos, Yunani. Sebagian besar...
MI/RommyPujianto

Tokoh Katolik Indonesia Kecam Pernyataan Presiden Macron

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 23:39 WIB
Menurutnya, pernyataan kontroversial tersebut mengganggu langkah umat Islam dan Kristen yang sedang membangun persaudaraan dan...
AFP/Karen Minasyan

Armenia-Azerbaijan Sepakat Redakan Konflik Nagorno-Karabakh

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 20:46 WIB
Kesepakatan tersebut dicapai selama pembicaraan di Jenewa antara menteri luar negeri kedua negara dan utusan dari Prancis, Rusia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya