Senin 13 Januari 2020, 11:19 WIB

Pengendara Diminta Hindari Jalan Daan Mogot yang Amblas

Antara | Megapolitan
Pengendara Diminta Hindari Jalan Daan Mogot yang Amblas

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Jalan berlubang akibat ambles di Jalan Daan Mogot, Tangerang, Banten.

 

DINAS Perhubungan (Dishub) meminta pengendara dari arah Kota Tangerang, Provinsi Banten yang akan menuju Jakarta maupun sebaliknya agar menghindari Jalan Daan Mogot Km 22 sebab ada pengalihan arus terkait perbaikan jalan yang amblas dengan kedalaman 2,5 meter dan lebar 2 meter.

"Pengendara diharapkan mencari jalan alternatif. Sebab, ada penyempitan jalan karena adanya pekerjaan perbaikan jalan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Senin (13/1).

Dijelaskannya, Jalan Daan mogot di titik JPU Agus Salim arah jakarta ke Tangerang ditutup.

Kemudian dilaksanakan sistem satu arah dari Jalan Daan Mogot arah Tangerang ke Jakarta mulai dari Simpang Tanah Tinggi sampai dengan Simpang Batu Ceper serta Jalan Lio Baru arah Jakarta ke Tangerang.

Baca juga: Dinas Bina Marga Perbaiki 115 Titik Jalan Rusak Pascabanjir

Bagi kendaraan kecil, jalan dialihkan ke Jalan Lio Baru, Jalan Agus Salim dan Jalan Suprapto. Pengalihan ini untuk kendaraan kecil.

Sedangkan untuk kendaraan besar arus lalu lintas dari Jakarta ke Kangerang dialihkan ke Lio Baru.

"Untuk kelancaran semua, pengendara bisa memilih jalan sisi utara Jalan Daan Mogot sehingga bisa menghindari kemacetan," kata Wahyu Iskandar.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah telah meninjau ruas jalan yang mengalami amblas dan merupakan penghubung ke Jakarta.

Wali Kota menginstruksikan agar Dinas PUPR Kota Tangerang segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk dapat segera menanggulangi mengingat status dari jalan tersebut adalah jalan nasional.

Pantauan di lokasi, kemacetan terjadi di sepanjang Jalan Daan Mogot dari arah Tangerang menuju Jakarta. Kemudian, begitu juga jalan di sisi utara yang mengalami kepadatan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More