Senin 13 Januari 2020, 08:45 WIB

Nenek dan Balita Meninggal Akibat Banjir di Sulsel

Lina Herlina | Nusantara
Nenek dan Balita Meninggal Akibat Banjir di Sulsel

ANTARA/Abriawan Abhe
Pengendara berusaha menerobos banjir yang menggenangi ruas jalan Kelurahan Katimbang, Makassar, Sulawesi Selatan.

 

BANJIR dilaporkan terjadi di enam kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Maros, Barru, Pinrang, Soppeng, Sidrap, dan Kota Parepare.

Dari enam kabupaten yang banjir tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing kabupaten/kota melaporkan kondisi terakhir banjir. Dan ternyata banjir tersebut menelan dua korban jiwa, satu di Soppeng dan satunya lagi di Barru.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Soppeng Shahrani menyebutkan banjir yang terjadi di 11 desa dari dua kecamatan di Soppeng, yaitu Marioriwawo dan Donri-donri menyebabkan meninggalnya seorang nenek bernama Sinar, 65, warga Dusun Sumpang Ala, Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriwawo.

"Banjir terjadi setelah hujan terus turun dan tiga sungai bersamaan meluap, yaiti Sungai Paddenngeng, Madinind, dan Sungai Batubatu. Banjir juga mengakibatkan satu rumah hanyut di Tellu Limpoe, Batubatu," ungkap Shahrani.

Baca juga: Banjir Rendam Enam Kabupaten di Sulawesi Selatan

Sementara itu, dari laporan Basarnas, di Kabupaten Barru sebanyak 112 kepala keluarga terkepung banjir di Kelurahan Buludua Barru, dan seorang anak bernama Rafi, 4, di Takkalasi, Kecamatan Balusu meninggal terbawa arus. Jenazahnya sudah berhasil dievakuasi.

Sementara itu, di Kabupaten Sidrap, BPBD melaporkan sebanyak 460 rumah, tiga sekolah, dan sebuah fasilitas kesehatan ikut terendam banjir di enam kecamatan.

"Air sudah berangsur surut, meski demikian, masih ada 63 rumah lainnya yang terendam. Saat ini, petugas masih terus melakukan evakuasi terhadap material sisa banjir. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi kerugian masih diinventarisir," seru Kepala BPBS Sidrap Siara Barang,  Minggu (12/1) malam.

Sementara itu, di Pinrang, dilaporkan ada sembilan kecamatan yang terendam banjir. Ada 3.205,5 hektare (ha) sawah dan 206 rumah terendam banjir di sana.

"Petugas atau tim gabungan sudah turun ke lapangan melakuka asesmen dab peninjuan lapangan. Total kerugian belum diketahui," kata Muh Wahyudi Nonci, Operator BPBD Pinrang.

Sementara itu, di Kota Parepare, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Poros Terminal ke Lapadde, Kecamatab Bacukiki.

Dan di Kabupaten Maros disebutkan oleh Kepala Posko siaga Bencana Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang, Rini Harun, kondisi Bendung Lekopancing , Tinggi muka air (TMA) sudah di atas mercu bendungan sekitat 95 cm. (OL-2)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Gubernur Babel Imbau Masyarakat Salat Hajat di Rumah

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:15 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan salat hajat, dirumah masing-masing Kamis (2/4)...
Antara

Padang Berlakukan Jam Malam

👤Yose Hendra 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:40 WIB
Guna mencegah penularan covid-19 di Padang, pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat mengeluarkan kebijakan untuk membatasi...
MI/Supardji Rasban

Sumut dari Siaga Darurat Menjadi Tanggap Darurat Covid 19

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:31 WIB
Pemprov Sumut mulai Selasa 31 Maret 2020 telah menaikkan status dari Siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19 menjadi Tanggap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya