Minggu 12 Januari 2020, 13:20 WIB

Sampoerna University Siapkan Pendidik Hadapi Disrupsi Digital

mediaindonesia.com | Humaniora
Sampoerna University Siapkan Pendidik Hadapi Disrupsi Digital

Istimewa
Sampoerna University menggelar ‘DisruptED.ID20’ untuk menjembatani kesenjangan dan membekali para guru dengan keterampilan teknologi.

 

DI abad digital ini, para pendidik di seluruh dunia menghadapi berbagai tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital di sektor pendidikan.

Untuk menyiapkan mereka untuk mengatasi tantangan tersebut, Sampoerna University menggelar ‘DisruptED.ID20’, sebuah konferensi untuk menjembatani kesenjangan dan membekali para guru dengan keterampilan teknologi, untuk meningkatkan sistem dan metode pembelajaran di kelas.

Diambil dari istilah ‘digital disruption’, DisruptED.ID 20 diharapkan menjadi salah satu platform terbesar di Indonesia mengenai disrupsi dan inovasi teknologi bagi dunia pendidikan.

Konferensi ini ditujukan bagi para pendidik secara umum dan para guru khususnya di Indonesia, yang perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi agar dapat mengajar lebih baik demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna teknologi dan Internet yang paling tinggi. Faktanya, sensus yang dilakukan Cambridge International’s Global Education menunjukkan bahwa 40% siswa Indonesia menggunakan ruang komputer dan teknologi informasi (TI) lebih tinggi dibandingkan para siswa di negara lain.

 Namun, sektor pendidikan di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, di antara yang paling utama ialah kurangnya jumlah guru untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing secara global.

Rasio jumlah siswa dan guru 50 : 3 saat ini menunjukkan bahwa teknologi dapat membantu mengisi kesenjangan dan menyediakan pendidikan yang para siswa butuhkan melalui program komputer dan aplikasi-aplikasi di dalamnya.

Satu-satunya tantangan adalah menyiapkan para guru dengan sejumlah keterampilan untuk menggunakan alat-alat teknologi digital ini secara efektif untuk memfasilitasi proses belajar mengajar.

DisruptED.ID20 mengundang para pemimpin di bidang teknologi, inovator dan pemikir yang membahas sejumlah topik bahasan yang paling mutakhir untuk membekali para guru K-12 dengan pengetahuan dan perangkat untuk meningkatkan penerapan teknologi digital di kelas mereka.

Dalam konferensi yang diadakan selama dua hari ini, para peserta berkesempatan untuk mengeksplorasi dan mempraktikkan penguasaan teknologi digital dalam dunia pendidikan serta mengembangkan program pendidikan yang inovatif. Selain itu, para peserta bisa saling berjejaring dan berbagi pengalaman.

Manoharan Karthigasu selaku Pimpinan Pusat Keunggulan Pengajaran dan Pembelajaran di Sampoerna University sekaligus penyelenggara konferensi tersebut menjelaskan, “DisruptED.ID20 adalah respon kami terhadap meningkatnya kebutuhan para guru yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi (tech-savvy educators) dalam mendidik para calon pemimpin dunia di masa depan.”

“Di Sampoerna University kami menekankan pentingnya pendidikan berkualitas bagi para mahasiswa kami sesuai dengan program studi yang mereka ikuti. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya disrupsi digital, kami menyadari bahwa pembekalan keterampilan teknologi dan inovasi adalah cara untuk mengatasinya,” kata Manoharan pada keterangan persnya di Jakarta, Minggu (12/1).

Konferensi ini akan menampilkan beberapa laboratorium tempat para peserta akan memperoleh perspektif secara holistik dan mendalam mengenai teknologi untuk pendidikan. Beberapa di antaranya adalah pertama, Engage Labs, tempat para peserta dapat secara langsung menggunakan alat teknologi yang paling terbaru dan paling kreatif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas;

Kedua, Spotlight Labs, wadah untuk berbagi wawasan dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan mengajar mereka untuk berpikir secara kritis. Ketiga, Keynote Labs, tempat para pemimpin industri membagikan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap lulusan yang siap di masa depan, dan keempat,  Playground Labs, peluang untuk memiliki pengalaman teknologi dari para pendidik dan siswa lainnya.

 Sampoerna University senantiasa menjadi yang terdepan dalam pendidikan berbasis teknologi, dengan fasilitas laboratorium yang terkini, sehingga sesuai untuk menjadi tempat penyelenggaraan semua laboratorium ini.

“Kampus ini juga memiliki para dosen yang dikenal sebagai pakar dalam bidang mereka dan 75% dari dosen-dosennya telah memiliki gelar Ph.D. dari universitas-universitas terkemuka di berbagai belahan dunia,” papar Manoharan. (OL-09)

 

Baca Juga

Antara

24 Pasien Covid-19 di RSPI Dinyatakan Sembuh

👤Ant 🕔Kamis 02 April 2020, 23:50 WIB
Berdasarkan keterangan tertulis RSPI Sulianto Saroso yang diterima di Jakarta, pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan sembuh hingga...
Antara

Warga Yang Urung Mudik Akan Dapatkan Bantuan Sosial

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 April 2020, 23:03 WIB
"Bantuan sosial ini sangat diperlukan sebagai bekal hidup bagi mereka untuk tetap tinggal di rumah selama masa pandemi Covid-19...
Antara

Bantuan APD Kepada RS Sulianti Suroso Cukup untuk Dua Pekan

👤 Yurike Budiman 🕔Kamis 02 April 2020, 22:54 WIB
RSPI Sulianti Saroso mendapat 21 pasang bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Polres Metro Jakarta Utara. Bantuan ini diklaim mampu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya