Minggu 12 Januari 2020, 15:17 WIB

Pekerja Migran di Hong Kong Bisa Nabung dengan Kartu Anggota NU

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pekerja Migran di Hong Kong Bisa Nabung dengan Kartu Anggota NU

DOK BNI

 

General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi (tengah) dan Ketua Tanfidziah PCINU Hong Kong Kistiawanto (kedua kanan) berjabat tangan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Peluncuran Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) Hong Kong di Hong Kong,  Minggu, (12/1). KARTANU akan memudahkan PCINU Hong Kong mendata anggotanya sekaligus sarana bagi BNI melayani kebutuhan perbankan dari para PMI melalui fungsinya sebagai Kartu Debit. Penandatangan tersebut turut disaksikan oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar (kiri), Ketua Dewan Pembina Santri Millenial Center NU (SiMaC) Ahmad Syauqi (kedua kiri), dan Pemimpin Divisi Internasional BNI Eko Setyo Nugroho (kanan).

 

Sebagai individu yang bekerja di luar negeri dan jauh dari keluarga, tentunya pekerja migran Indonesia (PMI) memiliki kebutuhan layanan keuangan yang berbeda.

Berawal dari keanggotaan para PMI pada organisasi berbasis komunitas, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meluncurkan kartu debit yang juga berfungsi sebagai Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama Hong Kong (KARTANU).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Ketua Tanfidziah PCINU Hong Kong Kistiawanto dan General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi di Ruang Galeri BNI Hong Kong, Minggu (12/1/2020). Penandatangan ini turut disaksikan oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar, Ketua Dewan Pembina Santri Millenial Center NU (SiMaC) Ahmad Syauqi, Rois Suriah PCINU Hong Kong Nur Rohman, dan Pemimpin Divisi Internasional BNI Eko Setyo Nugroho.

General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi mengatakan bahwa, ide untuk meluncurkan kartu tersebut muncul sejak kegiatan capacity building untuk PMI yang kerap diselenggarakan oleh NU Hong Kong dan BNI Hong Kong. KARTANU akan memudahkan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Hong Kong mendata anggotanya sekaligus sarana bagi BNI melayani kebutuhan perbankan dari para PMI.

"Sampai dengan Desember 2019, BNI Hong Kong telah berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga yang bersumber dari tabungan PMI sebesar Rp957 M. Pencapaian tersebut tumbuh 60% secara year on year (yoy)," ujar Andi.

Andi menambahkan bahwa selama bekerja di Hong Kong, PMI juga perlu mempersiapkan modal tabungan yang cukup untuk membangun usaha di Tanah Air. BNI Hong Kong telah menyediakan fasilitas ATM dan mobile banking yang dapat digunakan untuk mengelola tabungan secara efektif dan efisien. 

Pengiriman uang ke Indonesia melalui sarana elektronik ini adalah yang paling murah di Hong Kong. Hal ini sejalan dengan manfaat KARTANU yang berfungsi juga sebagai kartu debit BNI.

“BNI berperan aktif dalam program PMI secara menyeluruh. Dimulai saat keberangkatan dengan KUR penempatan, ketika di luar negeri memberikan pengetahuan dan pelatihan kewirausahaan, sampai kembali ke Tanah Air, BNI juga ikut mendampingi usaha yang dirintis melalui Rumah Edukasi BNI. Bahkan ketika usaha telah berjalan, BNI siap membantu memberikan tambahan modal berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ujar Andi.

Nahdlatul Ulama Hong Kong merupakan salah satu komunitas berbasis keagamaan di Hong Kong. Dirintis sejak 2012, NU Hong Kong saat ini menaungi lebih dari 60 majelis ranting yang tersebar di seluruh pelosok Hong Kong dan memiliki sebagian besar anggota yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI).

Ketua Tanfidziah PCINU Hong Kong Kistiawanto menuturkan bahwa ke depannya PCINU Hong Kong melalui majelis-majelis ranting akan melakukan sosialisasi KARTANU kepada seluruh anggota. PCINU Hong Kong berharap semua anggota NU di Hong Kong mendapatkan akses untuk meningkatkan kapasitasnya dan mudah dalam mengelola tabungannya.

Diskusi bersama PMI
Pada kesempatan yang sama, BNI dan NU Hong Kong juga menggelar acara diskusi dengan tema 'Meningkatkan Wawasan Kebangsaan dan Kewirausahaan untuk PMI di Hong Kong'.

Dalam diskusi ini, Ketua Dewan Pembina Santri Millenial Center NU (SiMaC) Ahmad Syauqi menekankan 2 hal utama kepada PMI yang hadir sebagai peserta. Yang pertama adalah pentingnya menjaga jatidiri bangsa di negara Hong Kong karena ini adalah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Kemudian beliau juga menambahkan pentingnya meningkatkan kapasitas bagi PMI.

“Ruang dan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas telah difasilitasi oleh KJRI Hong Kong, BNI Hong Kong, dan PCINU Hong Kong. PMI dapat secara maksimal memanfaatkannya sehingga menjadi SDM yang berkualitas pada saat kembali ke Tanah Air. Dengan bekal keterampilan dan akses kewirausahaan, akan menjadi modal kesiapan PMI membangun perekonomian untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya di Tanah Air," tutur Ahmad Syauqi.

Rois Suriah PCINU Hong Kong Nur Rohman yang juga sebagai CEO SiMaC juga memperkenalkan konsep Gus Iwan atau singkatan dari Gerakan Santri Wirausahawan. Gus Iwan merupakan program SiMaC yang bergerak dan berkomitmen untuk mengimplementasikan arus baru ekonomi Indonesia yang digagas oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH. Maruf Amin. Para santri yang bergabung dalam wadah Gus Iwan saat ini mengelola satu produk yang cukup diminati masyarakat, yaitu Kopi Abah.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 250 peserta. Peserta yang telah tergabung dalam majelis ranting NU Hong Kong dapat langsung mendaftar KARTANU di lokasi acara. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More