Minggu 12 Januari 2020, 12:00 WIB

Dipatuk Ular, Petani di Tasikmalaya Tewas

Kristiadi | Nusantara
Dipatuk Ular, Petani di Tasikmalaya Tewas

MI/Kristiadi
Pemakaman Emuh yang tewas akibat digigit ular di Tasikmalaya.

 

EMUH, 74, warga Awiluar, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia setelah mendapat perawatan 2 jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Korban meninggal pada Sabtu (11/1) sekitar pukul 16.00 WIB pascadipatuk ular hitam di bagian kaki sebelah kanan, Kamis (9/1) pukul 11.00 WIB saat mencangkul di area sawah milik pamannya di Kampung Ciwideuy, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu.

Setelah dipatuk ular tersebut, korban tidak pernah mengungkapkan hal itu kepada anaknya.

"Keseharian bapak berjualan es cendol keliling kampung dan pekerjaan sampingan menjadi petani sesekali bisa mencangkul hingga bapak terkena patukan ular berukuran jempol tangan warna hitam. Cangkul yang digunakannya itu telah mencangkul ekor ular hingga kepalanya balik arah dan mematuk kaki betis sebelah kanan," kata anak kelima Emuh, Jafar Sidik, 39, Sabtu (11/1) malam di pemakaman Tonjong.

Baca juga: KLHK Siapkan Bibit Pohon untuk Cegah Longsor

Jafar mengatakan dirinya menemani ayahnya mencangkul areal persawahan yang selama ini dimiliki pamannya  mulai dari pagi hingga siang.

Akan tetapi, Emuh tidak pernah mengeluh hingga Jumat (10/1) pagi tubuhnya terasa demam dan juga muntah-muntah karena kaki sebelah kanan mulai memerah sampai keluarga pun membawanya dokter.

"Bapak sudah mendapatkan obat dari dokter dan dokter memastikan bengkak pada bagian kaki sebelah kanan akibat dari gigitan serangga. Namun, kaki yang terkena patukan makin membengkak dan menghitam hingga bapak terlihat tambah parah kemudian dibawa ke Puskesmas tapi dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Jafar mengungkapkan, selama berada di IGD RSUD dr Soekardjo, korban langsung mendapatkan tindakan hingga sempat dirawat di ruang Melati 3.

Selama dalam perawatan tersebut, Emuh sempat berbicara hingga bilang kepada saudaranya telah dipatuk ular di sawah namun selang beberapa jam kondisi itu semakin memburuk hingga meninggal.

"Keluarga telah membawa pulang jenazah dari RSUD, setelah dimandikan dan disalatkan di masjid langsung dimakamkan di pemakaman keluarga Kampung Tonjong, pukul 23.00 WIB meskipun kondisi hujan deras tetapi keluarga mengikhlaskannya kepergian ayahnya dalam musibah tersebut," paparnya. (OL-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

👤Ardi T 🕔Minggu 01 November 2020, 00:14 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim...
metronews

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

👤Lina Herlina 🕔Minggu 01 November 2020, 00:08 WIB
Polisi hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak...
MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya