Minggu 12 Januari 2020, 07:50 WIB

Aktivis AISEC Perkuat Persaudaraan

Bayu Anggoro | Nusantara
Aktivis AISEC Perkuat Persaudaraan

MI/Bayu Anggoro
Para remaja yang mengikuti Global Village Winter (GVW) 2020 yang diselenggarakan AISEC Indonesia bekerja sama dengan AISEC Universitas Padja

 

GENERASI muda dituntut untuk lebih mampu menghargai setiap perbedaan individu demi terwujudnya kehidupan yang aman dan damai. Tidak hanya di dalam negeri, jalinan persaudaraan pun harus terbangun dengan baik dengan masyarakat dunia.

Hal ini merupakan isu uta-ma dari pelaksanaan Global Village Winter (GVW) 2020 yang diselenggarakan AISEC Indonesia bekerja sama dengan AISEC Universitas Padjadjaran (Unpad), di Graha Sanusi Hardja­dinata, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, kemarin.

Acara itu dihadiri perwakilan pemuda dari 20 negara yang seluruhnya aktivis AISEC. Ketua Pelaksana GVW 2020, Nadine Antariksa, menjelaskan, melalui acara ini pihaknya ingin merajut persaudaraan dengan sesama pemuda dari berbagai negara.

Terlebih, bukan tidak mungkin para aktivis AISEC yang berbasis kepemimpinan, di masa depan akan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Dengan terbangunnya fondasi persaudaraan, diharapkan kehidupan dunia akan kian aman dan damai.

Secara khusus, dia menyo-roti toleransi di dalam negeri saat ini yang menurutnya cenderung menurun. Padahal, Indonesia terbentuk dari berbagai perbedaan, baik suku, agama, maupun budaya.

“Toleransi semakin menurun. Padahal, Indonesia negara yang punya banyak kebudayaan. Di sini kita ingin menghadirkan kebersamaan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, melalui acara ini para peserta mengenalkan kebudayaan negara mereka masing-masing, seperti tarian, pakaian, dan makanan. Cara ini diyakini mampu menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah arus globalisasi saat ini, terlebih di era digital yang nyaris tidak ada batas antara negara satu dan yang lain.

“Dunia semakin maju, batasan semakin tipis. Indonesia banyak perbedaan budaya, di luar sana juga banyak budaya yang kita belum mengerti,” katanya. Jika perbedaan ini tidak diperkenalkan, dia khawatir akan menjadi penyebab kon-flik di kemudian hari.

“Konflik bisa terjadi karena belum mengerti budaya satu sama lain,” katanya. Secara khusus, dia juga meminta generasi muda Tanah Air agar lebih mencintai budaya lokal, terutama di tengah-tengah gempuran budaya

Selain saling memperkenalkan budaya, para anggota AISEC juga akan menyosialisasikan isu-isu penting yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s). Salah satunya menyangkut lingkungan yang saat ini kondisinya kian mengkhawatirkan. Setiap anggota AISEC akan berkampanye ke sekolah di Bandung tentang pentingnya menjaga kebersih­an. (BY/N-3)

Baca Juga

MI/Ardi Teristi

Pedagang Gudeg di Malioboro Mulai Jualan, tapi Sepi Pembeli

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 21:00 WIB
Sutirah mengaku, sudah berjualan lesehan di Malioboro sejak 1989. Selama pandemi virus korona atau covid-19, ia libur berjualan sejak 20...
MI/Gabriel Langga

Pemkab Terapkan New Normal, Uskup Tetap Kebaktian Live Streaming

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 20:47 WIB
"Semua kegiatan gerejani yang melibatkan orang tetap ditiadakan. Mengingat, jumlah kasus covid-19 di Sikka tertinggi di NTT dengan 27...
antara

PSBB Malang Raya Berakhir Hari ini

👤RO/Micom 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 19:07 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan PSBB Malang Raya berakhir Sabtu (30/5) dan tidak akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya