Minggu 12 Januari 2020, 07:41 WIB

Waspada Informasi Hoaks dan Penipuan Jalur Masuk UI 2020

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Waspada Informasi Hoaks dan Penipuan Jalur Masuk UI 2020

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Mahasiswa melintas di depan Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

 

UNIVERSITAS Indonesia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap informasi yang beredar di masyarakat terkait jalur masuk UI pada 2020.

Di antara informasi hoaks dan penipuan yang beredar antara lain ialah jalur masuk bagi hafiz Alquran, jalur masuk UI bekerja sama dengan lembaga pemberi beasiswa, menjanjikan kemudahan diterima di UI dengan menyerahkan sejumlah uang, dan penawaran persiapan masuk UI yang menjanjikan kemudahan diterima kuliah di universitas negeri itu.

Pihak kampus Universitas Indonesia melalui akun Instagram resmi UI @univ_indonesia mengatakan semua informasi resmi terkait penerimaan mahasiswa baru UI 2020 disampaikan oleh Kantor Humas dan KIP UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru melalui laman resmi kampus yaitu ui.ac.id, simak.ui.ac.id, penerimaan.ui.ac.id, dan kanal media sosial resmi UI.

Baca juga: FTUI Luncurkan Film Dokumenter Rumah Adat Ngadha NTT

"UI mengimbau agar adik-adik dan orangtua calon mahasiswa agar waspada terhadap hoaks dan modus penipuan jalur masuk UI. Bahwa UI tidak menerima mahasiswa baru melalui jalur-jalur lain yang tidak resmi," isi imbauan tersebut.

UI meminta masyarakat juga aktif melaporkan jika ditemukan informasi-informasi dari jalur tidak resmi yang intinya menjanjikan kemudahan masuk UI. Apalagi, saat ini, sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru UI TA 2020/2021.

Jika masyarakat menemukan informasi bohong dan penipuan agar segera dilaporkan ke sentra informasi dan pelayanan publik UI melalui whatsapp di nomor 0815-1500-002 dan kontak hotline 1500-002 atau email humas-ui@ui.ac.id. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More