Minggu 12 Januari 2020, 06:50 WIB

Sasar Usaha Kecil, BI Sosialisasikan QRIS

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Sasar Usaha Kecil, BI Sosialisasikan QRIS

ANTARA FOTO/Indrayadi TH
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Naek Tigor Sinaga (kiri) mengecek pembayaran nontunai menggunakan "QR Code" .

 

KINI Bank Indonesia (BI) memfokuskan diri pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya usaha kecil dalam menyosialisasikan penggunaan quick response code Indo­nesian standard (QRIS). Adapun yang dimaksud dengan QRIS ialah standar QR code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang telah diperkenalkan sejak 17 Agustus 2019 lalu.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Sistem Pembayaran BI, Ricky Satria, mengatakan, berdasarkan hasil survei, masyarakat Indonesia selalu membuka tiga atau lebih aplikasi dalam smartphone mereka setiap harinya. Dari berbagai aplikasi yang ada, masyarakat Indonesia cenderung membuka aplikasi pembayaran, antara lain OVO dan Linkaja.

“Aplikasi ini mengubah behavi­or culture kita dan paling banyak lahir di era saat ini. Penetrasi smartphone sangat tinggi dan Indonesia merupakan negara terting­gi yang masyarakatnya sering gonta-ganti smartphone. Namun, sayangnya sistem pembayaran di Indonesia masih menggunakan tunai,” ungkap Ricky dalam acara Kawasan Timur Indonesia (KTI) Digi Fest 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/1).

Lebih lanjut, Ricky menambahkan bahwa saat ini sebanyak 23 PJSP (penyedia jasa sistem pembayaran) dari bank dan nonbank sudah terdaftar dan telah memeroleh persetujuan QRIS. Beberapa PJSP itu di antaranya BCA, BRI, Mandiri, Gopay, OVO, dan Dana.

Selain itu, sebanyak 1,7 juta merchant di seluruh Indonesia sudah terdaftar menggunakan QRIS sejak Agustus 2019 lalu.

Ricky berharap hingga akhir 2020 ada sekitar 5% dari 50 juta merchant di Indonesia sudah mengimplementasikan QRIS.

“Sebenarnya kami tidak menargetkan karena ini baru berlangsung. Namun, setidaknya sebanyak 5% dari 50 juta merchant di Indonesia bisa menggunakan QRIS,” lanjutnya.

Menurut Ricky, penggunaan QRIS akan lebih menguntungkan bagi para pelaku usaha kecil. Selain mengurangi risiko penggunaan uang palsu, kekurang­an pendapatan dan lainnya, pembayaran melalui QRIS juga ­dikatakan akan langsung di­alihkan menuju rekening pelaku usaha.

Penggunaan QRIS memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena itu, BI akan terus menyosialisasikannya kepada masyarakat Indonesia.

“Penggunaan QRIS ini akan menguntungkan pelaku usaha kecil. Cara mendaftarnya mudah. Cukup mengisi form dan memiliki rekening bank,” pungkasnya. (Des/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More