Sabtu 11 Januari 2020, 22:29 WIB

Ke Abu Dhabi, Bahlil Ingin Tarik Investasi dari Timur Tengah

Antara | Ekonomi
Ke Abu Dhabi, Bahlil Ingin Tarik Investasi dari Timur Tengah

Antara/Nova Wahyudi
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

 

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertolak ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (11/1), guna
mendampingi Presiden Joko Widodo yang akan melakukan kunjungan kerja pada 12-13 Januari 2020 untuk menjemput investasi miliaran dolar AS dari UEA.

"Dengan adanya potensi investasi dari UEA ini, membuktikan investasi di Tanah Air sangat inklusif atau terbuka. Tidak benar kalau investasi kita hanya dari Tiongkok saja atau dari Singapura saja. Dari negara mana saja, bahkan mau dari langit sekalipun asalkan tidak bertentangan dengan UU dan aturan yang ada, silakan negara mana saja masuk berinvestasi," kata Bahlil dikutip dari Antara

Bahlil mengatakan potensi kerja sama investasi antar kedua negara saat ini belum tergarap optimal. Selama ini investor yang paling aktif berasal dari Asia Timur, sedangkan investor Timur Tengah banyak yang belum berinvestasi khususnya di sektor-sektor strategis.

"Kunjungan ini menjadi momentum baik di awal tahun yang menandakan bahwa Pemerintah RI juga mendorong investasi bersumber dari negara negara lain selain Asia Timur,' ujarnya.

Bahlil menegaskan investasi di Indonesia tidak bersifat eksklusif. Artinya, semua negara memiliki peluang yang sama selagi memiliki komitmen yang kuat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca juga : Luhut: AS Bakal Bawa Proyek Puluhan Miliar Dolar AS ke Indonesia

Beberapa sektor yang telah didorong adalah proyek pembangunan kilang minyak (oil refinery), industri petrokimia, industri smelter aluminium dan pembiayaan investasi (financial investor/FI).

"Bapak Presiden ingin agar kita (Indonesia) mengurangi ketergantungan impor minyak. Oleh karena itu, pemerintah mengejar pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR). Itulah salah satu kekuatan pengusaha Timur Tengah, makanya kami dorong BUMN maupun swasta kerja sama dengan mereka," ungkapnya.

Bahlil menambahkan alasan mengapa banyak kesepakatan bisnis di sektor strategis diupayakan akan ditandatangani dalam kunjungan ini.

"Salah satu sebabnya industri petrokimia ini akan menjadi tulang punggung negara, menuju sebuah negara industri. Kemandirian sektor industri berperan penting mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada 2045," imbuhnya.

Sejalan dengan Kepala BKPM, Direktur Promosi Sektoral Imam Soejedi menyatakan kesiapan BKPM dalam menindaklanjuti kesepakatan yang nantinya terjadi.

Baca juga : E-Litigasi dan Kemudahan Berusaha

Menurut Imam, adanya Inpres No. 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha diharapkan akan mempercepat proses tersebut.

"Di awal kami telah berupaya negosiasi dengan pengusaha-pengusaha di Indonesia. Selanjutnya setelah kesepakatan yang ditandatangani akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kami. Memastikan bagaimana investasi segera terealisasi, mengawal implementasi serta memberikan insentif insentif yang selayaknya diterima oleh investor," pungkas Imam.

Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Abu Dhabi merupakan kunjungan balasan sejak kedatangan Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia pada Juli 2019.

Selain menyaksikan penandatanganan kerja sama, Kepala Negara juga akan menjadi pembicara utama pada Abu Dhabi Sustainability Week. (Ant/OL-7)

Baca Juga

Antara

Soal Libur Lebaran, Luhut: Diberikan lebih Banyak di Akhir Tahun

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 02 April 2020, 14:17 WIB
Jika wacana tersebut benar-benar bisa diimplementasikan, presiden ingin ada kebijakan-kebijakan pendamping yang akan memudahkan masyarakat...
ANTARA/RAISAN AL FARISI

Menperin Minta Industri Makanan Genjot Produktivitas

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 02 April 2020, 14:13 WIB
Saat menghadapi kondisi saat ini, kata Agus, pihaknya akan terus menjaga produktivitas hingga distribusi sektor industri makanan di dalam...
Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman

Pemerintah Pusat Tanggung Jaring Pengaman 2,5 Juta Warga di DKI

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 02 April 2020, 13:40 WIB
Secara lebih rinci, Menteri Sosial Juliari Batubara menjelaskan bahwa program khusus bagi warga di ibu kota negara dimaksudkan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya