Sabtu 11 Januari 2020, 20:45 WIB

Hati-Hati, Ada Gelombang Tinggi di Laut Jawa Hingga Besok Pagi

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Hati-Hati, Ada Gelombang Tinggi di Laut Jawa Hingga Besok Pagi

Mi
Ilustrasi gelombang tinggi

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi adanya gelombang air setinggi 1-3 meter di Laut Jawa bagian Barat. Hal itu berdasarkan prakiraan cuaca untuk Sabtu (11/1) pukul 19.00 WIb hingga Minggu (12/1) pukul 07.00 WIB.

"Angin di Laut Jawa Bagian Barat serta Perairan Kepulauan Seribu umumnya bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 25 knots," sebut BPBD dalam kutipanya di media sosial, Jakarta, Sabtu (11/1).

BPBD juga mengungkapkan soal cuaca di beberapa wilayah Jakarta. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara akan terjadi hujan ringan dengan gelombang air setinggi 0.5 – 1.25 m dan kecepatan angin berkisar 6-20 knots.

Untuk ketinggian pasang atau surut air laut maksimal 0.9 m terjadi pada 12 Januari 2020 pukul 06:30 WIB.

Baca juga ; Ada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Jaksel

Di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara akan terjadi hujan ringan dengan gelombang air setinggi 0.5–1.25 m dan kecepatan angin sebesar 8-20 knot. Lalu di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara akan terjadi hujan ringan.

Selain itu, pihak Dinas Sumber Daya Air DKI Jakart aelakukan giat satgas dibeberapa titik. Hal ini diketahui dari media sosial Dinas SDA. Misalnya di Kelurahan Tebet, Jakarta Selatan, dengan melakukan pengurasan saluran di Taman Bukit Duri, Kelurahan Bukit duri.

Lalu ada giat satgas SDA di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, yang melakukan isi dolken dengan karung pasir untuk tanggung ciliwung di Rw.07 Kel. Rawajati.

Dinas SDA juga melakukan kuras saluran dan perbaikan saluran di Jl. Batu tulis III Rt.010 rw.03 Kelurahan Kelapa Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More