Sabtu 11 Januari 2020, 19:17 WIB

Tiga KRI Ini Berperan Penting Usir Nelayan Tiongkok di Natuna

Golda Eksa/M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Tiga KRI Ini Berperan Penting Usir Nelayan Tiongkok di Natuna

Antara/Zabur Karuru
KRI Usman Harun-359

 

PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengerahkan tiga armada KRI untuk mengusir kapal-kapal ikan asing yang masih berada di wilayah perairan Natuna.

Ketiga KRI itu ialah Karel Satsuit Tubun (KST) 356, Usman Harun (USH) 359, dan Jhon Lie 358.

KRI diturunkan setelah tim patroli udara di atas pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301 milik TNI AU, melihat beberapa kapal ikan asing di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima Media Indonesia dari Pusat Penerangan TNI, Sabtu (11/1), Yudo juga telah meminta para komandan KRI untuk masuk disela-sela konvoi kapal-kapal ikan Tiongkok, sekaligus mengganggu kapal yang kedapatan menebar jaring untuk menangkap ikan secara ilegal.

Baca juga : Viral soal Pangkalan Militer Tiongkok di Natuna, Ini Faktanya

Selaku pemimpin operasi, Yudo pun mengintruksikan anak buahnya untuk berkomunikasi dengan kapal-kapal asing yang berada di perairan Laut Natuna.

Selain mengusir kapal-kapal asing tersebut, komandan KRI juga wajib memberikan pengertian kepada awak kapal asing yang mengetahui aturan dan memahami situasi tersebut.

"Jangan sampai hubungan pemerintah Indonesia-Tiongkok yang sudah terjalin dengan baik, terganggu dengan adanya kegiatan ilegal yang dilakukan oleh para nelayan Tiongkok," kata Yudo.

Lebih jauh, terang dia, apabila kapal-kapal asing Tiongkok tidak bersedia atau masih tetap bertahan di perairan Laut Natuna, maka sesuai perintah Presiden Joko Widodo, seluruh kapal asing di sana akan di tangkap dan diproses secara hukum. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More