Sabtu 11 Januari 2020, 18:25 WIB

OJK Tegaskan Kemenhan, Kemenkeu, dan BPK Pengawas Keuangan Asabri

Putra Ananda | Politik dan Hukum
OJK Tegaskan Kemenhan, Kemenkeu, dan BPK Pengawas Keuangan Asabri

Facebook @asabriofficial
Gedung PT Asabri persero

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pengawasan laporan keuangan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dilakukan secara mandiri oleh satuan pengawasan internal.

Kendati demikian, pengawasan eksternal juga dapat dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan auditor independen di bawah koordinasi Kemenhan.

"Hal tersebut sudah diatur jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102 tahun 2015 tentang Asuransi Sosial Prajurit TNI, Anggota Polri, dan Pegawai ASN di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia," tutur Juru Bicara BPK Sekar Putih Djarot saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/1).

OJK, lanjut Direktur Pengawas Asuransi OJK Ahmad Nasrullah, telah memberikan rekomendasi perbaikan keuangan kepada Asabri. Pasalnya merujuk pada laman resmi Asabri, laporan keuangan Asabri hanya sampai 2017. Belum terdapat laporan keuangan 2018 dan kuartal III 2019 yang dipublikasi.

Meski terlambat menyampaikan laporan keuangan, sambungnya, OJK sebagai regulator tidak bisa memberikan sanksi ke Asabri karena terkendala aturan teknis. Mengingat, pengawasan Asabri berada di bawah Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan auditor independen.

"Bukan tidak bisa (berikan sanksi), kami saat ini belum punya pengaturan khusus mengenai Asabri dan Taspen. Karena ini asuransi khusus tidak termasuk asuransi komersil seperti yang ada dalam UU Asuransi," jelas Nasrullah.

Dihubungi secara terpisah, staf khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menuturkan Menteri BUMN Erick Thohir tengah mempelajari lebih seksama tentang pengelolaan bisnis keuangan PT Asabri. Berdasarkan pertemuanny dengan Direktur Keuangan Asabri Rony Hanityo Apriyanto, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Asabari masih mampu menangani permasalahan keuangannya sendiri.

"Kita masih pelajari lebih detil. Tapi secara pengelolaan bisnis, Asabri masih mampu menangani," ujar Arya. (X-15)

Baca juga: Mahfud: Kasus Dugaan Korupsi di PT Asabri Capai Rp10 Triliun

Baca juga: Erick Thohir Masih Pelajari Kasus ASABRI

Baca juga: Tindaklanjuti Ujaran Mahfud MD, KPK Kumpulkan Data soal Asabri

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More