Sabtu 11 Januari 2020, 17:20 WIB

Dipuji Megawati, Risma: Saya Kerja bukan untuk Penghargaan

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Dipuji Megawati, Risma: Saya Kerja bukan untuk Penghargaan

MI/Permana
Ketua DPP PDIP yang juga Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini

 

KETUA DPP PDIP yang juga Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mengaku enggan memaknai pujian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atas kinerjanya dan berkesempatan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Pasalnya ia bukan orang yang suka mencari jabatan.

"Saya terus terang tidak pernah berpikir peluang untuk jabatan. Karena bagi saya itu pantang meminta jabatan," kata Risma di lokasi Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP, di JIExpo, Jakarta, Sabtu (11/1).

Risma mengaku perjalanan hidupnya selalu mengalir. Tidak ada ambisi jabatan yang diinginkan, apalagi selepas nanti tidak menjabat orang nomor satu di Surabaya.

Ia mengatakan pujian dari Megawati adalah motivasi agar kepala daerah lainnya dari PDIP bekerja lebih keras. "Saya terima kasih atas kepercayaan dari Bu Mega. Meskipun saya selalu sampaikan tujuan (kerja) saya bukan untuk mendapat penghargaan atau apapun," tuturnya.

Terkait langkah politik ke depan, Risma mengaku belum memiliki keputusan apapun dan memilih untuk menuntaskan sisa waktu sebagai Wali Kota Surabaya. "Nanti itu. Tuhan akan mengatur jalan hidup saya. Semua saya serahkan pada Tuhan. Karena saya sampaikan, saya tidak mau kemudian saya punya nafsu, mohon maaf, di dalamnya ada nafsu kekuasaan. Itu yang saya tidak mau, karena itu berat," tegasnya.

Sebelumnya Megawati melemparkan pujian kepada kader PDIP yang dipandang memiliki kinerja bagus sebagai pemimpin daerah. Salah satunya ialah Risma. (X-15)

Baca juga: Jika tidak Siap, Silakan Pergi dari PDIP

Baca juga: Hasto Bantah Berada di Pusaran Kasus dugaan Suap Wahyu

Baca juga: Megawati Minta Perempuan Indonesia Ikut Torehkan Sejarah Bangsa

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More