Sabtu 11 Januari 2020, 16:36 WIB

Pimpin LPOK, Said Aqil Tegaskan Usung Agenda Multikulturalisme

Syahrul Ramadhan | Politik dan Hukum
Pimpin LPOK, Said Aqil Tegaskan Usung Agenda Multikulturalisme

Antara
Ketua LPOK yang juga Ketua PBNU Said Aqil Siroj saat pengukuhan LPOK di Gedung PGI, Jakarta, Sabtu (11/1)

 

LEMBAGA Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) tidak sekadar mengusung agenda toleransi melainkan sudah menuju multikultural.

Ketua Umum LPOK Said Aqil Siroj menjelaskan multikulturalisme  lebih dari toleransi yang kerap digaungkan. Toleransi, kata Said hanya sikap mengharagai baik sesama, baik itu antar-suku, agama, maupun ras. Adapun multikulturalisme akan menghapus sekat.

"Ada agenda besar, multikulturalisme, itu lebih dari toleransi. Kalau kita menerima ada gereja, itu toleransi. Kalau multikulturalisme, tetangga saya Hindu masuk angin, saya kerokin punggungnya, tetangga saya Kristen lampunya mati, saya sambungkan. Teman saya sakit kita tengok dan bantu," jelas Said Aqil di Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

Menurutnya, multikulturalisme merupakan modal utama untuk menjaga kesatuan NKRI. Ia pun mengutip syair dari penyair atau ahli hikam yang cukup terkenal di Arab Wa innamal umamul akhlaqu maa baqiyat wa in humuu dzahabat akhlaquhum dzahabuu.

"Martabat bangsa tergantung budayanya. Semakin kuat budaya, semakin kuatlah bangsa itu. Mulialah martabat bangsa itu. Kalau budaya hancur, hancur juga martabat bangsa itu," terangnya.

Ia pun mencontohkan negara yang saat ini mengalami kehacuran budaya seperti banyak terjadi di negara timur tengah, Irak salah satunya. "Mohon maaf, negara amburadul contohnya Irak, Suriah, Yaman, Libia. Timur tengah lah yang lagi hancur budayanya. Porak poranda. Agamanya benar islam, syariat benar, salat jumat bareng, tapi setelah salat jumat perang. Di Irak terjadi," jelasnya.

SEBANYAK 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan membentuk Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) yang diketuai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj.

Pengukuhan pengurus LPOK berlangsung di Kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jakarta, Sabtu (11/1), dihadiri para pengurus ormas dan pejabat terkait.

Ke-20 ormas keagamaan itu, yakni NU, Persis, Al Irsyad al Islamiyah, Ittihadiyah, Perti, Mathlaul Anwar (MA), Az Zikra, Ikadi, PITI, Syarikat Islam Indonesia, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam, HBMI, dan Nahdlatul Wathan.

Berikutnya, PGI, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Said Aqil menjelaskan keberadaan organisasi tersebut merupakan wadah persaudaraan antarormas keagamaan, baik Islam maupun non-Islam. "Ada 14 organisasi Islam dengan organisasi di luar Islam, seperti PGI, KWI, Hindu, Buddha, dan Khonghucu," katanya.

Namun, kata Said, tidak menutup kemungkinan ormas keagamaan yang bergabung akan bertambah karena LPOK sangat terbuka. "Yang mau silakan. Baik di LPOI (Lembaga Persahabayan Ormas Islam) yang Islam maupun LPOK, terbuka," katanya.
 
Menurut dia, kehadiran LPOK ingin memperkuat budaya Indonesia, persatuan dan kesatuan, serta solidaritas sebagai bangsa. "Bukan sekadar toleransi, melainkan saling tolong-menolong, bergandengan tangan, gotong royong sebagaimana yang kita harapkan," katanya.

Sekretaris Umum LPOK Luthfi A Tamimi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai upaya-upaya memecah belah pemeluk agama di Indonesia oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Luthfi menambahkan bahwa organisasi tersebut siap menampung aspirasi, memfasilitasi, dan membantu menyelesaikan persoalan terkait dengan hubungan antaragama. (X-15)

Baca juga: Said Aqil Siroj tidak Surut di Tengah Kontroversi

Baca juga: Said Aqil Siroj-Imam Masjidil Haram Sepakat soal Islam Moderat

Baca juga: Ngobrol Bareng Said Aqil Siroj

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More