Sabtu 11 Januari 2020, 16:08 WIB

Suap KPU, Eks Anggota KPU: Bukti Kuatnya Godaan Politik

Zakaria Habib Al-Ra'zie | Politik dan Hukum
Suap KPU, Eks Anggota KPU: Bukti Kuatnya Godaan Politik

MI/Susanto
Komisioner KPU Periode 2012-2017 Ferry Kurnia Rizkiansyah

 

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Periode 2012-2017 Ferry Kurnia Rizkiansyah menyatakan keprihatinannya atas tertangkap tangannya komisioner KPU Periode 2017-2022 Wahyu Setiawan.

Menurut Ferry, kasus Wahyu Setiawan merupakan bukti kuatnya godaan dalam bidang politik untuk mengganggu independensi penyelenggara pemilu.

"Pasti banyak. Bahwa godaan-godaan itu seiring orang yang ingin berkuasa dengan cara-cara instan," kata Ferry diskusi Populi Center di Jakarta, Sabtu (11/1).

Ferry mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelesaikan persoalan itu sampai ke akar-akarnya dan tanpa pandang bulu. "Ini kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan publik," kata dia.

Menurut Ferry, bagi penyelenggara pemilu prinsip integritas harus benar-benar dijaga. Bukan hanya di tingkat pusat, tapi juga di tingkat daerah. Sebab, godaan terhadap KPU niscaya akan ada.

"Ruang itu akan muncul pada KPU, tinggal bagaimana pagar-pagar KPU. Bisa saja masuk ke unsur kesekretariatan. Jadi memang harus dikuatkan," kata dia. (X-15)

Baca juga: Komisioner KPU Wahyu Setiawan Ditangkap KPK di Pesawat

Baca juga: Kekayaan Wahyu Setiawan Capai Rp12,8 Miliar

Baca juga: Uang Suap OTT Wahyu Setiawan Rp400 Juta

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More