Sabtu 11 Januari 2020, 14:50 WIB

Jadi Guru Besar IPB, Arif Satria Soroti Krisis Lingkungan

Ihfa Firdausya | Humaniora
Jadi Guru Besar IPB, Arif Satria Soroti Krisis Lingkungan

MI/ADAM DWI
Rektor IPB, Arif Satria, dikukuhkan sebagai besar Insitut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (11/1).

 

TIGA guru besar resmi dikukuhkan di Institut Pertanian Bogor (IPB) hari ini, Sabtu (11/1). Mereka antara lain Prof. Dr. dr. Sri Budiarti sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.S. sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen; dan Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia.

Acara pengukuhan yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini dihadiri sejumlah pejabat negara. Pejabat yang hadir antara lain Menteri Riset dan Teknologi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Bupati Bogor Ade Yasin, undangan lainnya.

Masing-masing Guru Besar tersebut memberikan orasi ilmiah. Prof. Sri Budiarti memberikan orasi berjudul "Strategi Menghadapi Infeksi Bakteri Resisten Antibiotik". Prof. Nunung dengan orasi berjudul "Implikasi Ekonomi Inklusi Keuangan terhadap Kualitas Pembangunan Nasional: Fakta, Tantangan, dan Strategi". 

Sementara Prof. Arif menyampaikan orasi berjudul 'Modernisasi Ekologi dan Ekologi Politik: Perspektif Baru Analisis Tata Kelola Sumber Daya Alam". Arif Satria yang juga merupakan Rektor IPB tersebut menjelaskan, Indonesia saat ini dihadapkan pada sejumlah krisis lingkungan, salah satunya disebabkan oleh limbah plastik yang tidak terurai.
  
"Berdasarkan hasil riset pada 2010, limbah plastik yang mengalir ke laut di 192 negara pantai, ada sekitar 4,8 juta ton hingga 12,7 juta ton per tahun. Indonesia adalah negara terbesar kedua yang menimbun limbah plastik setelah China (Tiongkok). Indonesia menimbun limbah plastik sekitar 0,50 hingga 1,29 juta ton per tahun," katanya.
  
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menurut Arif, dari sekitar 125 juta kawasan hutan, ada sekitar 35 juta hektare dalam kondisi rusak berat. 

"Dengan kondisi itu, Indonesia dapat berpotensi mengalami krisis air bersih pada 2025," katanya.

Baca juga: Guru Besar FKUI : Stunting Bisa Ancam Ketahanan Bangsa
  
Arif menjelaskan, berdasarkan laporan Food And Agricultural (FAO) tahun 2018, menyebutkan, dampak dari krisis lingkungan dan perubahan iklim dapat menambah jumlah orang miskin hingga 100 juta jiwa, pada 2030, serta harga pangan akan naik menjadi lebih mahal.
  
Arif Satria juga menilai, krisis lingkungan dan sumber daya alam sesungguhnya adalah krisis tata kelola, yakni adanya kegagalan dalam mengatur aktor yang berkepentingan dalam sumber daya. 

"Di antara aktor yang memiliki kepentingan tersebut, posisi paling lemah adalah masyarakat," katanya.
  
Dalam pengelolaan sumber daya alam, menurut dia, masyarakat belum diperankan secara optimal, padahal di negara-negara dunia ketiga ada kecenderungan umum, banyak proyek nasionalisasi sumber daya alam yang menuntut peran negara lebih besar.

Ditemui secara terpisah, Gubernur Anies mengucapkan selamat kepada para Guru Besar yang telah dikukuhkan hari ini. Terutama, Anies bangga menyaksikan sahabatnya, Arif Satria, telah menjadi Guru Besar.

"Dia sahabat sejak zaman kuliah. Saya ketua senat mahasiswa di UGM, Arif ketua senat mahasiswa di IPB. Jadi kita berteman dari masa itu, lalu masa kita belajar sama-sama ketika Arif meneruskan ke Jepang saya ke Amerika. Persahabatan itu jalan terus dan senang melihat sahabat yang sekarang mencapai puncak karier sebagai Guru Besar di IPB," ujarnya di Bogor.

Ketekunan Prof. Arif, kata Anies, terutama di dalam studinya terkait dengan kawasan pesisir, perikanan, kelautan menghasilkan terobosan-terobosan penting.

"Jadi kita menyaksikan peran Guru Besar yang bisa mengkombinasikan antara ilmu pengetahuan dan menterjemahkannya dalam bentuk solusi untuk masalah-masalah yang ada di masyarakat," pungkasnya. (Ant/A-4)

Baca Juga

ANTARA/STR

Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2020 Disambut Antusias

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 09:00 WIB
Bahasa Indonesia punya arti yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai pemersatu di tengah kemajemukan...
MI/ BARY FATHAHILAH

Mahfud: Kita Wajib Jaga Warisan Sumpah Pemuda

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:59 WIB
Generasi muda merupakan tulang punggung dalam berbagai hal, mulai perjuangan atas kolonial hingga menguasai ilmu pengetahuan dan kemajuan...
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Citra Pemerintah Terdongkrak oleh Bantuan Sosial

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 06:44 WIB
"Pemerintah terbantu dengan program-program bantuan selama pandemi dan itu mendapat respon positif di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya