Jumat 10 Januari 2020, 18:15 WIB

PT KAI dan MRT Bentuk Usaha Patungan Integrasi Moda Transportasi

mediaindonesia.com | Megapolitan
PT KAI dan MRT Bentuk Usaha Patungan Integrasi Moda Transportasi

Itsimewa
Penandatanganan nota kesepakatan membentuk perusahaan patungan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

 

SUKSES dalam penyajian pelayanan ekstra dan mendapatkan banyak pujian pengguna jasa transportasi darat dari manca negara, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di bawah kepemimpinan Edi Sukmono kembali membentuk perusahaan patungan dengan PT Mass Transportation System (MRT) yang diberi nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Perusahaan patungan tersebut akan mengelola 72 stasiun termasuk stasiun kereta api bandara, dan commuterline. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT MRT William Sabandar di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Namun William belum mengungkap berapa nilai investasi. Namun, dia menjelaskan kepemilikan saham mayoritas dengan perincian MRT memilki saham sebesar 51% dan PT KAI memiliki 49%..

"Kita melakukan perjanjian ini sebagai langkah konkret pasca penandatanganan Head of Agreement (HOA) yang telah dilakukan sebelumnya pada Senin, 6 Desember 2019," ucap William.

Struktur pembagian lingkup kerja dua perusahaan ini diutarakannya bahwa PT KAI akan menjadi pelaksana aksi penataan kawasan stasiun-stasiun kereta api, sedangkan PT MRT akan bertindak sebagai project management unit yang memfasilitasi dan memonitor perkembangan pelaksanaan penataan.

"Proyek jangka pendek dan jangka panjang atau quick win yang dimiliki MITJ sebagai target pencapaian. Untuk jangka pendek akan langsung dikerjakan dan ditargetkan selesai pada Maret 2020," tutur William.

Menurut William, untuk target jangka pendek meliputi penataan empat stasiun yang akan menjadi visual awal dari gambar keseluruhan proyek kongsian BUMN-BUMD ini, dan pengintegrasian akan dilakukan pada stasiun Tanah Abang, Sudirman, Senen dan Juanda..

William juga menegaskan untuk pencapaian target jangka panjang pengintegrasian akan dilakukan pada rute, pengelolaan, kartu dan karcis masuk, kedepannya MITJ akan menjadi penyedia jasa dan Pemprov DKI Jakarta sebagai pengendali.

"Kita berharap nantinya para penyedia transportasi swasta seperti ojek online akan diintegrasikan pada target jangka panjang yang kami yakini dapat menjadi kunci penata lalu lintas masuk dan keluarnya kendaraan di sekitar stasiun," paparnya.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Kadishub Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Dirut MRT Jakarta William P. Sabandar, dan Dirut KAI Edi Sukmoro yang disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dilakulan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, pada Jumat (10/1).

"Perjanjian hari ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai pengelolaan sistem moda transportasi yang terintegrasi guna membentuk sebuah perusahaan patungan dengan nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ)," jelas Dirut PT KAI Edi Sukmono.

Edi berkeyakinan, bersama Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta, PT KAI akan mengembangkan kawasan stasiun dan mengintegrasikan transportasi kereta api di ibukota. 

"Kami optimis langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kemacetan dan memberikan nilai lebih untuk kawasan DKI Jakarta. "Jelas Edi Sukmoro.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyikapi MITJ akan menjadi garda utama pencapaian target ratio commuter sebesar 75% dan 25% pada 2030. 

"Artinya akan ada 75% masyarakat Jabodetabek yang menggunakan kendaraan umum dan 25% lainnya kendaraan pribadi," ujar Anies. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More