Sabtu 11 Januari 2020, 08:15 WIB

Jika tidak Siap, Silakan Pergi dari PDIP

Dhika Kusuma Winata/X-3 | Politik dan Hukum
Jika tidak Siap, Silakan Pergi dari PDIP

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto di Rakernas I PDIP di Jakarta, kemarin

 

HAJATAN Rakernas I sekaligus perayaan HUT ke-47 PDIP di Gedung JIExpo, ­Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin, diselimuti awan mendung.

Namun, kondisi cuaca itu tidak menyurutkan antusiasme 4.000 lebih kader partai yang ingin mendengarkan pidato Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Putri Presiden Pertama RI Soekarno itu naik podium sekitar pukul 15.00 WIB.

“Merdeka. Merdeka. Merdeka,” pekik Megawati memberi salam sambutan kepada kader partai berlogo banteng moncong putih.

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan, sebagai partai politik, PDIP harus berani mengambil risiko dalam memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, seluruh partai harus berani melakukan autokritik terhadap partai.

“Kader partai yang ditugasi di legislatif dan eksekutif harus mempunyai tiga kesadaran. Salah satunya, sadar NKRI merupakan negara hukum. Seluruh keputusan politik menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara berpijak pada aturan yang bersumber pada Pancasila,” jelasnya.

Di tengah pidato Mega, terdengar kasak-kusuk di antara sesama kader. lalu sayup-sayup terdengar. “PTIK... Hasto... Receh itu.” Begitu kata seseorang yang berdiri di sebelah Media Indonesia.

Kasak-kusuk seputar isu keterkaitan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait tangkap tangan KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan ramai menjadi selentingan di kalangan para kader PDIP.

Dalam kasus itu, Wahyu diduga menerima suap Rp600 juta terkait pergantian antarwaktu caleg DPR dari PDIP, Harun Masiku. Tim KPK diduga sempat memburu Hasto ke kantor PTIK di Jakarta Selatan. Baik KPK maupun Hasto membantah kabar itu.

Kasak-kusuk di antara para kader PDIP tidak berlangsung lama. Jelang akhir pidato Megawati, para kader partai kian riuh karena Megawati mengingatkan agar tidak mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dalam melakoni tugas. Dia mempersilakan angkat kaki bagi siapa pun yang melanggar instruksi itu.

“Saya akan menggebrak kalian seperti biasanya, berkali-kali agar sadar terhadap tugas ideologi partai. Jika tidak siap, silakan pergi dari PDIP,” tantang Mega.

“Siap atau tidak?” tanya Mega kepada seluruh kader.

“Siap!” seluruh kader menjawab kompak.

Seusai pembukaan rakernas, kepada awak media, Hasto membantah dugaan terlibat dalam kasus suap komisioner KPU. Ia juga membantah dugaan bahwa KPK menangkap dua staf di DPP PDIP.

“Saya di-framing seolah-olah menggunakan kekuasaan sembarangan. Katanya ada di PTIK. Sejak kemarin saya menyiapkan rakernas,” kata Hasto. (Dhika Kusuma Winata/X-3)

Baca Juga

Antara

Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 02:05 WIB
"Saya meminta maaf kepada Bapak Presiden. Saya telah menghianati kepercayaan beliau. Juga meminta maaf kepada Pak Prabowo...
Antara

Edhy Prabowo Mundur dari KKP dan Gerindra

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 01:38 WIB
"Saya mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri. Saya yakin prosesnya sedang berjalan," kata...
MI/ADAM DWI

Pemerintah Ajak Warga Ikut Ambil Keputusan

👤Emir Chairullah 🕔Kamis 26 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh lembaga publik melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam proses...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya