Sabtu 11 Januari 2020, 07:43 WIB

Flores Timur Awali Revolusi Pertanian Dengan Tanam Jagung

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Flores Timur Awali Revolusi Pertanian Dengan Tanam Jagung

MI/Ferdinandus Rabu
Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon melakukan penanaman perdana jagung untuk mengawali program Revolusi Pertanian 2020.

 

MEMANFAATKAN musim hujan, para petani di Kabupaten Flores Timur, NTT mulai mengolah tanah untuk ditanami bibit jagung. Mulainya musim tanam jagung ini didukung oleh Pemnkab Flores Timur melalui program revolusi pertanian. Dinas pertanian dan petugas penyuluh wajib mendampingi para petani jagung dan menyediakan bibit jagung.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, saat dikonfirmasi Sabtu (11/1) mengatakan pemerintah daerah melalui program revolusi pertanian memberikan perhatian khusus bagi pengembangan lahan tanam untuk memanfaatkan musim hujan  saat ini. Termasuk penanaman jagung di sejumlah titik lokasi yang cocok dengan tanaman jagung dan palawija.

"Musim hujan saat ini harus dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Beberapa waktu lalu saya selaku bupati bersama kadis pertanian dan Dandim Flotim, juga ketua tim penggerak PKK Flotim telah memantau sejumlah daerah di kecamatan Titehena, tepatnya di Desa Ile Gerong, dan Desa Adabang. Di desa ile Gerong tersebut, mengawali program revolusi pertanian 2020, kami melakukan penanaman perdana jagung hibrida. Untuk penanaman perdana tersebut kami mendapatkan bantuan bibit jagung jenis hibrida dari pusat sebanyak 7,5 ton. Untuk Kecamatan Titehena ada sekitar 600 lebih hektar yang akan dimanfaatkan untuk tanaman jagung," kata Anton.

baca juga: Gempa di Pangandaran, Getarannya Terasa Sampai Tasikmalaya

Pemilihan tanaman jagung sebagai awal proyek percontohan karena lahan pertanian di wilayah Flores Timur cocok untuk ditanami jagung. Dalam menyukseskan revolusi pertanian, Pemkab Flores Timur juga menggandeng TNI dan pihak swasta. Untuk menyukseskan revolusi pertanian, Pemkab Flores Timur berharap mendapatkan babntuan peralatan pertanian termasuk traktor untuk membantu mempercepat perluasan lahan pertanian.

Data dinas pertanian menyebutkan, dari total luas lahan pertanian sekitar 20 ribu hektar lebih, 6 ribu hektar lebih merupakan lahan persawahan, dan sisanya merupakan lahan jagung. (OL-3)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

👤Ardi T 🕔Minggu 01 November 2020, 00:14 WIB
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim...
metronews

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

👤Lina Herlina 🕔Minggu 01 November 2020, 00:08 WIB
Polisi hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak...
MI/Arnoldus Ndae

JK: Pandemi Covid-19 Beres di Indonesia pada 2022

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:40 WIB
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan butuh waktu sampai tahun 2022 bagi Indonesia untuk benar-benar pulih dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya