Sabtu 11 Januari 2020, 06:30 WIB

Fundamental Kebijakan Kuat, Rupiah Perkasa

Hilda Julaika | Ekonomi
Fundamental Kebijakan Kuat, Rupiah Perkasa

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Rupiah ditutup menguat 82 poin atau 0,6% di level 13.772 per dolar AS, kemarin.

 

Konflik Amerika Serikat dan Iran tidak memberi dampak signifikan terhadap kondisi makroekonomi Indonesia, stabilitas eksternal, maupun nilai tukar rupiah.

Hal tersebut terbukti dengan menguatnya nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kemarin. Rupiah ditutup menguat 82 poin atau 0,6% di level 13.772 per dolar AS ketimbang posisi hari sebelumnya 13.854 per dolar AS. Penguatan itu didukung sentimen eksternal dan domestik.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo nilai tukar rupiah menguat sesuai dengan fundamental dan kebijakan yang ditempuh.

“Kami sebut risiko geopolitik global. Kami tak melihat dampak signifikan terhadap kondisi makroekonomi, maupun stabilitas eksternal dan juga terhadap nilai tukar rupiah. Terbukti rupiah bergerak menguat sesuai fundamental dan kebijakan yang ditempuh,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut Perry mengakui bahwa beberapa risiko akibat kondisi geopolitik dunia seperti konflik AS-Iran dan Brexit akan berpengaruh pada Indonesia. Kendati demikian pengaruh yang terjadi hanya dalam jangka waktu yang pendek. Artinya, pengaruh tersebut tidak bersifat secara signifikan.

“Dalam jangka pendek tentu saja beberapa risiko geopolitik berkaitan Iran-AS atau Brexit berpengaruh dalam jangka pendek, tapi itu secara fundamental tidak berpengaruh secara signifikan,” imbuhnya.

Perry mengatakan BI akan terus memantau berbagai perkembangan global secara berkelanjutan. Ia pun melihat hal positif lewat adanya sinyal perbaikan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok. Dalam waktu dekat, sambungnya, akan ada penandatangan­an kesepakatan kedua negara.

Kesepakatan ini bagi Perry memberi persepsi positif bahwa ekonomi dunia tahun ini bisa mencapai 3% meningkat dari tahun lalu yang sebesar 2,9%. “Tentu saja BI terus memantau berbagai perkembangan global secara berkelanjutan. Yang juga positif ialah hubungan dagang antara AS dan Tiongkok yang da­lam waktu dekat akan ada penandatanganan kesepakatan,” jelasnya.

Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dinilai tetap terjaga, meski adanya konflik tersebut dan Bank Dunia baru-baru ini memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 2,7% menjadi 2,5%.
 
Pengamat ekonomi senior CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan pertumbuh­an Indonesia tidak akan terpengaruh pemangkasan ini karena ekonomi Indonesia ti­dak bergantung kepada kondisi global.

Piter mengatakan penurun­an proyeksi angka pertumbuh­an ekonomi dunia ini disebab­kan perdagangan dan investasi global yang belum membaik pada 2020 ini.

Piter menegaskan, meski perlambatan ekonomi global ini berdampak negatif, Indo­ne­sia tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia didapatkan dari konsumsi ru­mah tangga dan investasi. Keduanya berkontribusi hingga sebesar 80% terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Share net ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi ki­ta relatif kecil. Sementara kontribusi konsumsi rumah tangga dan investasi mencapai 80%. Artinya, meskipun glo­bal terpuruk, kita masih bisa memacu pertumbuhan eko­nomi kita dengan fokus memperbaiki konsumsi rumah tangga dan investasi,” paparnya. (Mir/Ant/E-3)

Baca Juga

MI/Ramdani

Dua Pabrikan Otomotif Tutup Sementara

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 02 April 2020, 21:10 WIB
Pabrikan masih menjamin hak-hak dari karyawan...
Dok Sinas Mas Land

Wali Kota Tangsel Terima Bantuan APD dari Sinar Mas Land

👤Wisnu AS 🕔Kamis 02 April 2020, 20:29 WIB
APD medis diibaratkan sebagai perlengkapan perang tim medis dalam melawan virus...
DOK KEMENTAN

Mentan Pastikan Stok Gula Aman Hadapi Virus Korona dan Ramadan

👤Denny Parsaulian S 🕔Kamis 02 April 2020, 20:21 WIB
Mentan SYL menegaskan pihaknya akan terus berupaya memastikan ketersediaan gula masyarakat dengan harga yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya