Jumat 10 Januari 2020, 14:45 WIB

Kemensos Apresiasi Desa Cibening Bangun Rumah Cicih

mediaindonesia.com | Humaniora
Kemensos Apresiasi Desa Cibening Bangun Rumah Cicih

Istimewa
Tiim SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bekasi memberi bantuan kepada keluarga Cicih di Kampung Rawa Atug, Bekasi.

 

TIM Sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bekasi merespons dengan cepat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, Cicih,45, yang terlantar tidak memiliki tempat tinggal di Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hampir tiga bulan, Cicih bersama suami serta dua anaknya tinggal di gubuk semi permanen yang berada di pinggir persawahan.

“Kami memberikan bantuan sembako berupa beras, mi instan, minyak goreng serta alat tulis bagi anaknya yang masih sekolah,” ujar Kepala Seksi Penanganan Jaminan Sosial Keluarga Dinas Sosial Kabupaten, Upin Supini Somantri, saat memberikan bantuan kepada keluarga Cicih, Jumat (10/1).

Dia mengatakan, keluarga Cicih telah menjadi peserta PKH sejak tahun 2018. Hingga saat ini, Cicih dan keluarganya masih membutuhkan bantuan PKH Kementerian Sosial (Kemsos).

Dua anaknya yang masih SD dan SMP masih mendapat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sedangkan Kementerian Sosial (Kemensos) masih menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga tidak mampu ini.

Selain memberikan bantuan sembako, Kemensos bersama Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta perangkat Desa Cibening dan Badan Permusyawaratan Desa Cibening, telah membangun rumah untuk keluarga Cicih, tak jauh dari gubuk yang sudah tiga bulan belakangan ini ditempatinya.

Dengan ukuran 6 meter x 5,5 meter, rumah mungil sebentar lagi dapat ditempati keluarga Cicih. Atap bangunan serta lantai memang belum terpasang tapi dinding dari hebel telah berdiri kokoh. Meski lokasinya berada di pinggir swah, namun keluarga Cicih terbebas dari terjangan banjir.

“Saya menjamin, bangunan di pinggir sawah untuk keluarga Ibu Cicih ini, tidak akan digusur atau dibongkar di kemudian hari,” ujar Kepala Desa Cibening, Suryadi Efendi.

Dia menegskan, bangunan baru bagi keluarga Cicih bukan merupakan tanah desa (tanah negara) tetapi memang merupakan milik keluarga Cicih. Hal ini, dibuktikan dengan penelusuran arsip di Kantor Desa Cibening berupa tanah girik yang dimiliki atas nama keluarga Cicih.

Selain Cicih, ada juga warga di Kecamatan Bojongmangu yang bernasib sama, tidak memiliki tempat tinggal. Sedangkan yang bersangkutan merupakan peserta PKH Kemensos.


“Saat ini, sudah dibangun rumah,” sambung Koordinator PKH Kabupaten Bekasi Wilayah Selatan, Yoyok Setyo Wijoyo.

Belum lama ini, kata dia, mendengar lagi satu warga yang rumahnya roboh saat di Kecamatan Cikarang Timur.

“Ini gunanya home visit. Jadi, pendamping PKH dapat cepat mendeteksi peserta PKH yang tertimpa musibah atau tidak memiliki rumah karena konflik keluaraga sehingga memutuskan tinggal di gubuk sangat sederhana, seperti yang dialami oleh Ibu Cicih ini,” ujar Yoyok. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More