Jumat 10 Januari 2020, 19:35 WIB

Trump Jadikan Pembunuhan Soleimani sebagai Tema Kampanyenya

Antara | Internasional
Trump Jadikan Pembunuhan Soleimani sebagai Tema Kampanyenya

AFP/SAUL LOEB
Presiden Donald Trump mengawali kampanyenya di Toledo, Ohio, untuk Pemilihan Presiden AS pada November mendatang, Kamis (9/1).

 

DONALD Trump, Kamis (9/1) waktu setempat, menjadikan pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani sebagai tema kampanyenya untuk terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat.

Trump mengundang sorakan dari ribuan orang yang hadir ketika ia mengatakan bahwa kematian Soleimani menyelamatkan banyak nyawa dan mengantarkan 'keadilan bagi Amerika'.

Selama kampanye di Toledo, Ohio, Trump dalam pidatonya sebagian besar membicarakan pembelaannya atas perintah yang ia keluarkan untuk membunuh Soleimani.

Trump menolak kritik dari kalangan Demokrat, yang menganggapnya melampaui batas dengan memerintahkan militer AS untuk melakukan serangan pesawat nirawak terhadap komandan pasukan militer Quds Iran itu di bandara Baghdad, Irak, satu pekan lalu.

Ia menuduh Soleimani mengatur aksi unjuk rasa dengan kekerasan oleh kelompok-kelompok dukungan Iran di Kedutaan Besar AS di Baghdad awal Januari.


Baca juga: Trump Isyaratkan Redakan Krisis dengan Iran


Trump, yang kerap menyuarakan keras dukungannya bagi militer AS, mengatakan bahwa kalau dia tidak mengirimkan pasukan AS untuk melindungi kedutaan, para demonstran kemungkinan akan bisa merangsek masuk dan membunuh orang-orang Amerika atau menyandera mereka. Jika terjadi, kejadian itu akan menjadi peristiwa berulang saat massa pada 2011 menyerbu fasilitas diplomatik AS di Benghazi, Libya, yang menewaskan Duta Besar AS.

Penampilan Trump di arena di Toledo itu merupakan kampanye pertamanya dalam tahun pemilihan 2020 ini, yang menunjukkan betapa penting negara bagian itu untuk membantunya menang kembali pada pemilihan presiden November.

Trump pada 2016 menang di Ohio dengan poin 8%, membalikkan kemenangan yang sebelumnya dicapai oleh Barack Obama dari Demokrat baik pada 2008 maupun 2012.

Trump dan para penasihat utamanya mengatakan, Soleimani merupakan otak di balik serangan terhadap target-target Amerika di Timur Tengah. Tuduhan itu mengundang kritik dari berbagai kalangan karena tidak disertai dengan keterangan lebih rinci. (OL-1)

Baca Juga

AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT

Kasus Kematian Korban Covid-19 di Prancis Melonjak

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 04 April 2020, 10:29 WIB
Rumah sakit-rumah sakit di Prancis mencatat angka kematian tertinggi dalam 24 jam dengan 588 orang meninggal baru akibat virus...
AFP/Philippe LOPEZ

Gelombang Solidaritas Meningkat di Prancis

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 04 April 2020, 10:03 WIB
Di seluruh negeri, inisiatif sosial terus meningkat untuk mengompensasi kekurangan kebutuhan yang terkadang mencolok dalam melawan...
AFP / JENS SCHLUETER

Pandemi Covid-19 Bisa Picu Krisis Ekonomi Global

👤Deri Dahuri 🕔Sabtu 04 April 2020, 10:00 WIB
Presiden Kelompok Bank Dunia (World Bank) David Malpass mengatakan kondisi darurat kesehatan dunia akan menyebabkan ‘resesi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya